ID EN

Traveler Wajib Tahu! 7 Tren Wisata 2026 yang Akan Mengubah Cara Liburan

Kamis, 18 Desember 2025 | 14:30

Penulis: Arif S

AI Perencana Liburan
Ilustrasi - AI mulai digunakan untuk merencanakan perjalanan.
Sumber: Pexels

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi titik balik cara orang bepergian. Liburan tak lagi sekadar berburu destinasi paling hits atau foto paling viral, melainkan perjalanan lebih personal, tenang, dan selaras dengan Gaya Hidup

Pergeseran ini lahir dari perubahan perilaku wisatawan global yang kini semakin selektif dalam memilih cara mereka menjelajah dunia.

Dilansir dari BBC Travel, para ahli menilai traveler masa kini tidak lagi mengejar sebanyak mungkin tempat dalam satu perjalanan. 

Sebaliknya, mereka mencari pengalaman bermakna, ruang bernapas, dan kedekatan lebih autentik dengan alam maupun budaya lokal. 

Tujuh tren wisata yang diprediksi akan membentuk wajah perjalanan di tahun 2026.

1. Quiet Over Everything

Ketenangan menjadi mata uang baru dalam dunia Pariwisata. Tren quietcations atau dikenal juga sebagai hushpitality menekankan liburan, jauh dari kebisingan dan tekanan hidup. 

Di Swedia Selatan, konsep ini mengikuti Map of Quietude, peta yang memandu wisatawan menuju lokasi paling sunyi. 

Sementara di Oregon, Amerika Serikat, Skycave Retreats menawarkan pengalaman menginap di kabin gelap untuk menenangkan pikiran dan memutus koneksi dari hiruk-pikuk dunia.

2. Gen-AI Over Admin

Teknologi kecerdasan buatan semakin mengambil peran dalam perencanaan perjalanan. Menurut riset Amadeus, AI kini banyak digunakan untuk menyusun rencana dan memesan tiket liburan. 

Namun, para ahli mengingatkan, rekomendasi AI berpotensi memicu Overtourism karena mengarahkan wisatawan ke destinasi sama, sekaligus meningkatkan risiko penipuan perjalanan. Di tahun 2026, AI akan menjadi alat bantu, bukan penentu mutlak dalam merancang liburan.

3. Trust Over Choice

Kelelahan membuat keputusan melahirkan tren baru, liburan tanpa perencanaan. Banyak wisatawan memilih menyerahkan seluruh detail perjalanan kepada agen tur demi pengalaman lebih santai. 

Di Kepulauan Faroe, wisatawan bahkan dapat menggunakan transportasi dengan navigasi otomatis tanpa perlu menentukan rute. 

Sementara di Mendoza, Argentina, Winemaker’s House & Spa Suites menawarkan konsep Mystery Travel, paket wisata kejutan khusus untuk tamu.

4. Road Over Runways

Perjalanan darat kembali mencuri perhatian. Mengutip Laporan Tren 2026 - Hilton, road trip diprediksi semakin populer, terlihat dari maraknya tagar #RoadTrip di media sosial. 

Perjalanan dengan mobil menawarkan kebebasan, fleksibilitas, dan biaya lebih terjangkau dibanding penerbangan. 

Di Amerika Serikat, tren ini terasa alami karena mobil telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

5. Ultra-personalised Travel

Liburan di tahun 2026 bergerak menuju hiper-individualitas. Pengalaman wisata kini dirancang sangat spesifik.

Ada tur untuk orang yang baru bercerai, program pemulihan bagi mereka yang berduka, hingga perjalanan untuk lansia atau komunitas pecinta hewan dan olahraga. 

Tren ini mencerminkan cara baru wisatawan merayakan waktu pribadi dan menyesuaikan perjalanan dengan fase hidup mereka.

6. Off-Grid & Otentik

Kejenuhan terhadap destinasi populer mendorong wisatawan mencari tempat lebih autentik dan jarang dijamah. 

Di Inggris, laporan Lemongrass menunjukkan peningkatan minat ke wilayah seperti Northumberland, Wales, dan Somerset, dibanding ke lokasi wisata mapan. 

Pergeseran ini menandai perubahan makna perjalanan, dari sekadar konsumsi visual ke pengalaman nyata lebih dalam.

7. Culture Over Hedonism

Budaya kembali menjadi daya tarik utama. Dorongan tren media sosial seperti #BookTok di Inggris memicu meningkatnya perjalanan bertema budaya. 

Fenomena set-jetting, liburan terinspirasi dari lokasi film, serial, atau buku, mendorong wisatawan menjelajahi tempat-tempat yang sebelumnya hanya hidup dalam imajinasi.***