ID EN

South Kalimantan Tourism Islamic Fair 2025: Terobosan Baru Wisata Religi di Banjarmasin

Jumat, 21 November 2025 | 15:39

Penulis: Arif S

Pemprov Kalsel menunjukkan komitmen untuk menjadi daerah wisata Islami dan ramah muslim
Pemprov Kalsel menunjukkan komitmen untuk menjadi daerah wisata Islami dan ramah muslim di Indonesial.
Sumber: Antara/HO-Pemprov Kalsel

Di tepian Sungai Martapura, tepat di kawasan Siring 0 Kilometer Banjarmasin, atmosfer religi dan budaya Banjar berpadu menjadi satu. Selama tiga hari, 20-22 November 2025, kawasan ini berubah menjadi tempat "South Kalimantan Tourism Islamic Fair 2025", sebuah langkah strategis Pemprov Kalsel untuk meneguhkan diri sebagai daerah wisata ramah muslim di Indonesia.

Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan wilayahnya memiliki keunggulan alami dalam pengembangan wisata religi.

"Potensi tersebut meliputi sejarah ulama besar Banjar, kekayaan budaya lokal bernapaskan Islam, hingga tradisi masyarakat yang sudah mengakar kuat," ujarnya.

Melalui festival ini, lanjutnya, pemerintah ingin membuka ruang bagi masyarakat luas untuk mengenal kekayaan tersebut sekaligus memperkuat posisi Kalsel sebagai destinasi wisata religi Nusantara.

Ruang Wisata Islami yang Berkembang dari Akar Tradisi

Di antara deretan 55 stan pameran yang menampilkan produk wisata dan ekonomi kreatif bernuansa Islami, pengunjung dapat menemukan ragam kuliner halal Banjar, busana muslim, kerajinan lokal, hingga paket tur religi yang menelusuri jejak para ulama besar.

Lebih dari sekadar pameran, seluruh gelaran ini menjadi mosaik budaya yang menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakat Banjar yang hangat, terbuka, dan berkelanjutan.

Syarifuddin menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun pariwisata yang inklusif dan berbasis kearifan lokal.

“Diharapkan melalui kegiatan ini dapat lahir inovasi-inovasi baru, mulai dari produk UMKM halal yang semakin dikenal, kreativitas generasi muda yang berkembang, hingga kolaborasi lintas komunitas yang semakin kuat dalam memajukan wisata religi dan perekonomian Kalimantan Selatan,” katanya.

Event Perdana yang Menjadi Pusat Kolaborasi

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, menyampaikan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Ketua DWP Kalsel.

Ia menegaskan acara ini merupakan yang pertama kali digelar Dinas Pariwisata Kalsel.

“Tujuan utama kegiatan ini tentunya untuk meningkatkan daya tarik wisata Islami dan budaya lokal, memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku wisata, komunitas, dan masyarakat, serta menghadirkan event yang mampu memperkuat branding wisata religi Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” katanya.

South Kalimantan Tourism Islamic Fair 2025 menghadirkan pengalaman wisata religi yang kaya. Selain pameran, acara ini dilengkapi rangkaian kegiatan seperti Kajian Hati bersama Ustaz Hilman Fauzi, Halal Tourism Expo, pertunjukan seni Islami dan nasyid Banua, gelar wicara dan diskusi pengembangan wisata religi, serta aneka kompetisi seperti Maulid Habsyi, Dai Cilik, dan Azan.(Antara)