ID EN

Menjadi Noni Belanda untuk Satu Hari di Kota Tua

Senin, 10 November 2025 | 19:44

Penulis: Rojes Saragih

Jakarta - Kawasan Kota Tua Jakarta tak pernah kehilangan pesonanya. Seperti magnet, ia terus menarik wisatawan dari dalam dan luar negeri untuk menyelami jejak sejarah yang terpateri pada setiap sudutnya.

Di sini, para pelancong diajak berkelana ke masa lalu Oud Batavia, menyusuri bangunan-bangunan bergaya Belanda yang megah, dan mengamati detil arsitektur tempo dulu.

Membayangkan suasana hiruk-pikuk perdagangan pada era Hindia Belanda, lalu membandingkannya dengan denyut nadi Jakarta modern yang kita rasakan kini, adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Bersepeda Onthel, Merasakan Sensasi Zaman Dulu

Salah satu cara terbaik untuk menikmati luasnya pelataran Kota Tua adalah dengan menyewa sepeda onthel. Dengan hanya merogoh kocek sekitar Rp 25.000, Anda bisa berkeliling layaknya seorang noni Belanda di era kolonial. Bayangan berseliweran dengan gaun panjang dan payung teduh, melintasi bangunan-bangunan bersejarah, akan menghampiri imajinasi Anda, memberikan sensasi nostalgia yang begitu kuat.

Kuliner Autentik untuk Melengkapi Perjalanan

Setelah puas bersepeda, sempurnakan petualangan sejarah Anda dengan mencicipi berbagai kuliner khas yang tersedia. Salah satu yang wajib dicoba adalah Tahu Gejrot ala Cirebon—gurih, manis, dan pedas yang menyegarkan. Berbagai jajanan tradisional lainnya juga mudah ditemui, siap memanjakan lidah dan mengisi tenaga Anda setelah berkeliling.

Abadikan Kenangan dengan Suvenir Eksklusif

Sebagai bukti bahwa Anda pernah menjelajahi waktu di Kota Tua, jangan lupa untuk membawa pulang kenangan. Anda bisa memesan asesoris eksklusif berupa gelang atau kalung yang digravir. Tuliskan nama atau tanggal spesial kunjungan Anda di dalamnya. Souvenir unik ini bukan sekadar hiasan, melainkan pengingat fisik akan sebuah perjalanan yang berarti.

Tips Berkunjung:

  • Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hari atau weekdays untuk menghindari keramaian.
  • Gunakan tabir surya dan topi karena area pelataran cukup terbuka.
  • Jangan ragu untuk berinteraksi dengan pemandu lokal yang seringkali memiliki cerita-cerita sejarah menarik yang tidak Anda temukan di buku.

Kota Tua Jakarta adalah sebuah living museum untuk napak tilas menyentuh masa lalu ketika Jakarta dijuluki sebagai "Ratu dari Timur" pada abad ke-16 oleh pelayar Eropa.

Di Kota Tua seluas 1,3 kilometer persegi ini, kita mencoba memahami lapisan-lapisan sejarah yang membentuk ibu kota kita tercinta.