Gagal ke Liga Champions, AC Milan Pecat Massimiliano Allegri dan Rombak Manajemen
Rabu, 27 Mei 2026 | 05:35
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Xinhua
Keputusan AC Milan memecat Massimiliano Allegri tak terelakkan setelah Rossoneri menutup musim Serie A 2025/26 dengan kegagalan mencapai target utama klub. Finis di posisi kelima dan absen dari Liga Champions musim depan menjadi faktor terbesar di balik berakhirnya periode kedua Allegri di San Siro.
Pengumuman resmi disampaikan Milan, hanya beberapa jam setelah kekalahan menyakitkan 1-2 dari Cagliari di kandang sendiri. Hasil itu memperpanjang tren negatif Rossoneri yang hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan terakhir Serie A,
Dalam pernyataan resminya, Milan menegaskan penurunan performa tim di fase krusial kompetisi menjadi alasan utama pemecatan Allegri. Klub menilai performa tim sama sekali tidak mencerminkan kualitas yang sempat ditunjukkan sepanjang musim.
BACA JUGA
AS Roma Menggila, Panaskan Perebutan Tiket Liga Champions
Napoli Ditekuk Bologna, Perebutan Tiket Liga Champions Serie A Kian Membara
Menuju Garis Finis: Adu Mental Final UCL, Hitungan Juara EPL, dan Persija Sang Penentu Nasib
"Periode akhir musim sepenuhnya tidak sejalan dengan performa yang ditunjukkan sebelumnya, dengan kekalahan mengecewakan pada laga terakhir tadi malam yang mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tegas dan tak terbantahkan," demikian pernyataan klub.
Ironisnya, Milan sebenarnya sempat menjadi kandidat kuat peraih gelar Serie A pada sebagian besar musim ini. Allegri mampu menjaga Rossoneri bersaing di papan atas lewat pendekatan pragmatis khasnya. Namun, konsistensi Milan runtuh menjelang akhir musim ketika tekanan perebutan tiket Liga Champions semakin meningkat.
Serangkaian hasil buruk di pekan terakhir merusak momentum Milan. Kekalahan dari Cagliari menjadi titik akhir yang mempertegas kemerosotan performa tim sekaligus menghapus peluang bermain di kompetisi elite Eropa musim depan.
Bagi manajemen Milan, kegagalan lolos ke Liga Champions bukan sekadar persoalan prestasi Olahraga, tetapi juga berdampak besar terhadap stabilitas finansial dan proyek jangka panjang klub.
Karena itu, manajemen memilih untuk melakukan perubahan besar di level pelatih maupun struktur internal klub.
Tak hanya Allegri yang harus meninggalkan San Siro. Milan juga melakukan perombakan besar di jajaran manajemen dengan memberhentikan Giorgio Furlani, Igli Tare, dan Geoffrey Moncada sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh untuk menyambut musim depan.
Langkah tersebut menunjukkan Milan tidak menganggap kegagalan musim ini hanya disebabkan faktor teknis di lapangan. Klub ingin melakukan evaluasi total demi mengembalikan Rossoneri ke level kompetitif di Italia maupun Eropa.
Bagi Allegri, pemecatan ini menutup periode keduanya bersama Milan yang jauh dari ekspektasi. Pelatih berusia 58 tahun itu sebelumnya pernah menangani Rossoneri pada 2010 hingga Januari 2014 dan sukses mempersembahkan gelar Serie A.
Pengalaman dan reputasi Allegri sempat diharapkan mampu membawa Milan kembali berjaya. Namun, tekanan besar di akhir musim menjadi titik lemah.
Kini Milan bergerak cepat mencari sosok baru untuk memimpin era berikutnya. Klub memastikan proses penunjukan figur penting baru akan segera dilakukan demi memastikan persiapan musim depan berjalan maksimal.
"Pengumuman lebih lanjut terkait penunjukan Pelatih Baru akan disampaikan pada waktunya, dengan tujuan agar klub siap dan memiliki persiapan matang untuk musim berikutnya," demikian pernyataan Milan.


![Kiandra Ramadhipa]](https://cdn.itsme.co.id/library/1/7/3/9/kiandra-ramadhipa_840x576.webp)








Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!