ID EN

Mengapa Kota Tua Jakarta Semakin Ramai? Ini Strategi Pengelolaan yang Jadi Kunci

Rabu, 21 Januari 2026 | 12:30

Penulis: Arif S

Halaman Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat
Halaman Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Sumber: Antara Foto/Fanny Octavianus

Kota Tua Jakarta kembali menemukan denyutnya. Kawasan Bersejarah dengan deretan bangunan kolonial dan museum ini mencatat lonjakan Kunjungan Wisatawan sepanjang 2025. Ini menjadi tanda, pengalaman yang ditawarkan kini lebih dari sekadar berjalan-jalan di masa lalu.

Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mencatat sebanyak 2.413.445 wisatawan berkunjung sepanjang 2025. Mayoritas merupakan pengunjung lokal 2.346.426 orang, sementara 67.019 Wisatawan Mancanegara menyusuri lorong sejarah Batavia lama.

“Tren kunjungan menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya,” ujar Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra di Jakarta, Selasa 20 Januari 2026.

Peningkatan ini bukan terjadi tanpa sebab. Menurut Denny, salah satunya pemicu wisatawan datang kembali ke Kota Tua adalah ragam kegiatan yang konsisten dihadirkan. Selain itu, aktivasi kawasan yang berkelanjutan menciptakan magnet baru, bukan hanya bagi pelancong, tetapi juga warga kota.

“Tingginya jumlah pengunjung turut dipengaruhi beragam kegiatan, sehingga menjadi daya tarik utama yang mendorong masyarakat untuk datang kembali ke Kota Tua,” katanya.

Kepastian layanan mulai dari pengelolaan kawasan hingga koordinasi antarpengelola menjadi fondasi pengalaman wisata yang lebih baik.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kota Tua Jakarta rutin menghadirkan aktivitas berbasis seni, budaya, sejarah, dan komunitas yang terbuka untuk publik. 

Pameran, pertunjukan, hingga kegiatan komunitas menghadirkan narasi baru yang membuat sejarah terasa relevan dan dekat.

Penataan kawasan yang semakin tertib, penguatan fungsi museum, serta hadirnya ruang publik ramah pengunjung turut menjaga kualitas pengalaman. 

Upaya ini memastikan peningkatan jumlah kunjungan berjalan seiring dengan peningkatan mutu.

“Dengan dukungan berbagai pihak, Kota Tua diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang interaksi budaya yang hidup dan relevan bagi masyarakat lokal maupun Wisatawan Mancanegara,” pungkasnya.

Di Kota Tua, masa lalu kini tak sekadar dikenang tetapi dihidupkan kembali, hari demi hari.