ID EN

Olahraga dan Pariwisata Berpadu, Banyuwangi Buktikan Sport Tourism Bisa Dongkrak Ekonomi 

Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:06

Penulis: Arif S

Kawah Ijen
Kawah Ijen terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Sumber: Pixabay

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kembali membuktikan diri sebagai salah satu pionir sport tourism di Indonesia. Tak hanya dikenal lewat panorama alam dan kekayaan budayanya, Banyuwangi kini menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dan pariwisata bisa berlari seirama, membawa manfaat ekonomi sekaligus prestasi bagi masyarakat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan hal itu saat memberikan apresiasi terhadap kiprah Banyuwangi dalam mengembangkan ekosistem olahraga yang terintegrasi dengan pariwisata.

“Kalau semua kepala daerah seperti Bupati Banyuwangi, luar biasa. Banyuwangi bisa menjadi contoh bagaimana olahraga dan pariwisata dikembangkan sejalan, memberi dampak ekonomi sekaligus prestasi. Pemerintah pusat akan terus mendorong kolaborasi seperti ini,” ujar Erick Thohir, Kamis 30 Oktober 2025.

Erick menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci menciptakan ekosistem olahraga yang kuat dan berkelanjutan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Mendagri dan Menteri UMKM untuk memperkuat dukungan terhadap pemerintah daerah yang aktif seperti Banyuwangi, karena olahraga bukan hanya soal prestasi, tapi juga membuka lapangan kerja, membangun kebanggaan dan memperkuat karakter bangsa,” kata Erick.

Salah satu bukti nyata dari konsistensi Banyuwangi dalam dunia olahraga adalah keberhasilannya menyelenggarakan ajang balap sepeda internasional berkelas dunia. Upaya tersebut bahkan mendapat penghargaan khusus dari Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Ketua Umum PB ISSI sekaligus Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam Musyawarah Nasional Indonesia Cycling Federation (ICF) di Jakarta, Kamis.

“Terima kasih kepada Banyuwangi yang selalu konsisten menggelar agenda internasional sepeda, seperti Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) yang telah menjadi agenda resmi UCI. Ini bentuk komitmen luar biasa dari pemerintah daerah untuk mendukung olahraga sepeda Indonesia,” kata Listyo Sigit.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani foto bersama Ketua PB ISSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Erick Thohir usai menerima penghargaan di Jakarta.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani foto bersama Ketua PB ISSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Erick Thohir usai menerima penghargaan di Jakarta.
Sumber: Antara/HO Pemkab Banyuwangi

Tak hanya itu, Banyuwangi juga memiliki Sirkuit BMX Supercross di Muncar, yang disebut sebagai salah satu trek BMX terpanjang di dunia dan satu-satunya berstandar internasional di kawasan ASEAN.

“Dengan dukungan fasilitas seperti ini, PB ISSI optimistis atlet-atlet kita bisa terus mengukir prestasi di tingkat dunia,” kata Kapolri.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa syukurnya atas apresiasi yang diberikan. Ia menyebut penghargaan ini sebagai hasil kerja bersama seluruh pihak yang ikut membangun semangat olahraga dan pariwisata Banyuwangi.

“Apresiasi ini merupakan hasil kerja keras semua pihak yang mendukung pengembangan sport tourism di Banyuwangi. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berjuang memajukan sport tourism,” kata Ipuk.

Dengan prestasi dan konsistensi tersebut, Banyuwangi kini tak sekadar menjadi tujuan wisata alam melainkan juga destinasi unggulan bagi wisata olahraga Indonesia. 

Dari balap sepeda hingga ajang internasional, semangat sporty Banyuwangi terus menggelinding, membawa kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini ke peta dunia.(Antara)