Gunung Bromo Uji Sistem Tiket Online di Tengah Lonjakan Wisatawan
Kamis, 16 April 2026 | 14:09
Penulis: Arif S

Sumber: Diskominfo Kabupaten Probolinggo
Sebuah perubahan diperkenalkan di kawasan Wisata Gunung Bromo. Pemerintah Kabupaten Probolinggo tengah menguji coba sistem tiket daring, yang menandai transformasi menuju Pariwisata lebih modern.
Uji coba ini bukan tanpa alasan. Momentum dipilih dengan cermat, bertepatan dengan dua agenda besar, Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run. Di tengah lonjakan wisatawan, sistem baru ini diuji langsung di lapangan.
"Uji coba itu dilaksanakan bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run, yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya jumlah pengunjung," ujar Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi.
BACA JUGA
Kunjungan Turis Meningkat, Pariwisata Penopang Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi
Wisata Bromo Ditutup Sementara, Ini Imbauan Penting untuk Wisatawan
Olahraga dan Pariwisata Berpadu, Banyuwangi Buktikan Sport Tourism Bisa Dongkrak Ekonomi
Langkah menuju digitalisasi ini bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Dengan sistem tiket daring, pengelola berharap dapat mengurai antrean panjang di pintu masuk kawasan wisata, sekaligus menciptakan alur kunjungan yang lebih tertib.
"Sistem itu, tidak hanya mempermudah wisatawan dalam membeli tiket, tetapi juga membantu pengaturan arus kunjungan agar lebih tertib dan terkontrol," katanya.
Namun, seperti banyak inovasi di kawasan Wisata Alam, jalan menuju Transformasi Digital tidak sepenuhnya mulus. Di beberapa titik, jaringan internet masih menjadi tantangan, begitu pula dengan tingkat literasi digital pengunjung yang beragam.
"Kami menyadari masih ada tantangan, terutama terkait literasi digital dan infrastruktur jaringan. Namun itu menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," kata Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disporapar Probolinggo Umi Subiyantiningsih.
Selama masa uji coba, petugas ditempatkan di berbagai titik strategis. Tugas mereka, membantu wisatawan yang belum terbiasa dengan sistem tiket daring.
Ke depan, upaya perbaikan akan difokuskan pada penguatan jaringan internet dan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat.
Harapannya, sistem ini tidak hanya menjadi alat transaksi, tetapi juga fondasi bagi pengelolaan destinasi yang lebih transparan dan berkelanjutan.
"Harapan kami, masyarakat dan wisatawan dapat mendukung sistem ini sebagai langkah menuju pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib dan berkelanjutan," harapnya.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!