Jateng Menata Wisata Ramah Muslim, dari Tawangmangu hingga Ekosistem Halal
Rabu, 7 Januari 2026 | 11:02
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Bambang Dwi Marwoto.
Di lereng Gunung Lawu, udara sejuk Tawangmangu kini bukan hanya menawarkan panorama pegunungan dan air terjun, tetapi juga wajah baru Pariwisata lebih inklusif. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menata wilayahnya agar semakin ramah bagi wisatawan Muslim yang kian meningkat jumlahnya.
Salah satu kawasan yang dijadikan percontohan adalah Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kawasan ini dinilai telah siap secara infrastruktur maupun layanan.
“Ada beberapa kawasan yang kita kembangkan sebagai spot Wisata Ramah Muslim, seperti Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, yang saat ini sudah bagus,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, usai menerima audiensi Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI), di ruang kerjanya, Selasa 6 Januari 2026.
BACA JUGA
Hong Kong Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim, Fasilitas Pendukung Semakin Lengkap
Kunjungan Wisatawan ke Guci Turun Pascabanjir Bandang, Pancuran 13 Masih Ditutup
Pramono Anung Jelaskan Makna Program Mudik ke Jakarta untuk Wisata Lebaran
Kesiapan itu menjadikan kawasan tersebut sebagai model pengembangan wisata ramah Muslim di tingkat provinsi.
Sebab, infrastrukturnya sudah mapan, mulai dari oleh-oleh, kafe, maupun kulinernya sudah ramah muslim dan tertata dengan baik.
Menurut Wakil Gubernur, komitmen ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kebijakan daerah yang lebih luas.
Tak hanya destinasi, sektor pendukung seperti perhotelan diarahkan untuk bertransformasi agar sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim.
Perhotelan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata, juga perlu diarahkan untuk mengusung konsep halal, antara lain dengan menyediakan Kuliner Halal, tempat ibadah, dan penunjuk arah kiblat di setiap kamar.
“Banyak Wisatawan Mancanegara, khususnya dari Timur Tengah, yang memilih spot kawasan wisata ramah muslim. Termasuk, wisatawan dari pesantren atau pendidikan berbasis Islam, akan memilih spot ramah muslim sebagai destinasi,” kata Gus Yasin, sapaannya.
Namun visi Pemprov Jateng tidak berhenti pada tampilan permukaan destinasi. Pemerintah juga membangun fondasi dari hulu, memastikan seluruh rantai pasok pariwisata sejalan dengan prinsip halal.
Ia menenekankan, komitmen Pemprov Jateng dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di Jateng, tidak hanya fokus pada destinasi.
Upaya yang dilakukan melalui pengawasan sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), pengembangan profesi Tukang Jagal Halal (Kang Jalal), dan lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi pembangunan daerah jangka menengah yang lebih luas.
Hal itu sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi-Taj Yasin, melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.
Dengan pendekatan menyeluruh dari lanskap alam hingga regulasi halal, Jawa Tengah tidak hanya membangun destinasi, tetapi menata sebuah Pengalaman Perjalanan, tempat di mana wisata, budaya, dan keyakinan dapat berjalan berdampingan dalam harmoni.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!