ID EN

NTB Siap Jadi Magnet Wisata 2026, Kunjungan Ditargetkan Naik

Senin, 12 Januari 2026 | 20:09

Penulis: Respaty Gilang

Wisatawan asing
Dok. Sejumlah wisatawan mancanegara turun dari kapal cepat di Pelabuhan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sumber: Antaranews

Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memantapkan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata nasional. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan jumlah Kunjungan Wisatawan domestik dan mancanegara pada 2026 menembus angka 2,5 juta lebih, seiring tren kebangkitan pariwisata pascapandemi.

Target tersebut sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ajmad Nur Aulia, menyebut angka kunjungan wisatawan pada 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 2,5 juta orang.

“Sesuai dengan RPJMD yang sudah ditetapkan itu sebanyak 2,555 juta orang,” ujarnya di Mataram, Senin, 12 Januari 2026.

Optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata NTB menunjukkan grafik pertumbuhan yang konsisten, terutama setelah pandemi COVID-19. Destinasi-Destinasi Favorit seperti Lombok, Mandalika, hingga kawasan Sumbawa kembali ramai dikunjungi wisatawan.

Menurut Aulia, berbagai program pemerintah pusat turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke NTB. Selain itu, tren perjalanan yang kembali menggeliat menjadi faktor penting dalam penentuan target tersebut.

“Tentunya juga kita melihat tren, ada peningkatan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir. Khususnya pasca-pandemi COVID-19, grafik bulan ke bulan terus naik, sehingga itu menjadi salah satu pertimbangan penentuan angka kunjungan wisatawan,” jelas Aulia.

Pada 2025, NTB sendiri menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 2,3 juta orang dan berhasil memenuhi target tersebut. Wisatawan Mancanegara yang datang didominasi oleh pelancong asal Malaysia, Australia, Jerman, serta sejumlah negara Eropa lainnya. Hal ini menunjukkan daya tarik NTB tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga semakin dikenal di kancah internasional.

Menariknya, fokus pariwisata NTB pada 2026 tidak semata mengejar jumlah kunjungan. Pemerintah daerah kini mengalihkan perhatian pada peningkatan lama tinggal wisatawan atau length of stay. Strategi ini dinilai lebih berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal.

“Di tahun 2026, kita berfokus bagaimana meningkatkan lama tinggal atau length of stay wisatawan di destinasi wisata yang ujungnya memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di daerah,” terangnya.

Bagi traveler, pendekatan ini berarti pengalaman berwisata yang lebih kaya. NTB tidak hanya menawarkan pantai dan panorama alam, tetapi juga wisata budaya, kuliner khas, desa wisata, hingga event berskala nasional dan internasional. Kombinasi ini diharapkan membuat wisatawan betah berlama-lama menjelajahi NTB.

Untuk mewujudkan target tersebut, kesiapan destinasi menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah mendorong peningkatan fasilitas dan kelengkapan objek wisata di kabupaten dan kota, mulai dari akses, amenitas, hingga kualitas layanan. Faktor-faktor ini dinilai sangat menentukan kenyamanan wisatawan, terutama generasi muda yang gemar berbagi Pengalaman Perjalanan di media sosial.

Selain pembenahan destinasi, promosi juga menjadi kunci. Dinas Pariwisata NTB telah berkoordinasi dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB untuk merancang strategi promosi yang lebih terukur dan tepat sasaran, termasuk melalui platform digital.

“Disamping itu pelaku industri pariwisata juga tidak akan berdiam diri untuk melakukan promosi-promosi dengan strategi masing-masing,” ujar Aulia.

Aulia optimistis sektor pariwisata NTB pada 2026 akan terus tumbuh dengan dukungan berbagai pihak. Penguatan destinasi, peningkatan akomodasi, promosi yang konsisten, serta konektivitas transportasi udara, darat, dan laut menjadi fondasi utama. Tak kalah penting, keterlibatan pelaku wisata, asosiasi, UMKM, dan masyarakat lokal diyakini akan memperkuat ekosistem pariwisata NTB secara berkelanjutan.

“Ini menjadi ikhtiar kita bersama, bahwa kunjungan wisatawan tidak hanya bicara target semata. Tetapi, bagaimana dunia pariwisata dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dengan potensi alam yang lengkap, budaya yang kaya, serta arah pengembangan pariwisata yang semakin matang, NTB tampaknya siap menjadi destinasi wajib bagi para traveler yang mencari pengalaman liburan autentik di Indonesia.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!