ID EN

Semarak Muharram, Festival Tabut 2026 Daya Tarik Wisatawan ke Bengkulu

Selasa, 9 Juni 2026 | 16:01

Penulis: Arif S

Ilustrasi - Festival Tabut menjadi daya Tarik wisata Kota Bengkulu.
Ilustrasi - Festival Tabut menjadi daya Tarik wisata Kota Bengkulu.
Sumber: Kemenpar

Bengkulu kembali bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar dan paling dinanti setiap tahunnya. Festival Tabut 2026 tidak hanya menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai daya tarik wisata unggulan daerah.

Kementerian Pariwisata menilai Festival Tabut memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada khalayak lebih luas. Dengan perpaduan nilai sejarah, tradisi, seni, dan ekonomi kreatif, festival ini menjadi salah satu contoh bagaimana budaya lokal dapat berkembang menjadi magnet pariwisata yang kuat.

“Melalui Festival Tabut diharapkan dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Bengkulu melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi Wisatawan Nusantara maupun mancanegara," ujar Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar Hafiz Agung Rifai dalam keterangan di Jakarta.

Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu. 

Setiap tahun, ribuan warga dan wisatawan berkumpul untuk menyaksikan berbagai prosesi adat sarat makna sejarah dan religius.

Festival Tabut memiliki akar sejarah panjang. Tradisi ini berawal dari peristiwa bersejarah di Padang Karbala, Irak, untuk mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, pada tahun 680 Masehi. Tradisi tersebut kemudian dibawa para pekerja Muslim keturunan India ke Bengkulu pada masa kolonial Inggris.

Seiring perjalanan waktu, tradisi tersebut mengalami akulturasi dengan budaya lokal Bengkulu. Nilai-nilai religius tetap dipertahankan, namun berkembang menjadi ekspresi budaya lebih luas dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bengkulu.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, Festival Tabut akan menghadirkan beragam rangkaian ritual dan prosesi adat. Mulai dari Doa Memohon Keselamatan, Pamit Rajo Agung, Ngambik Tanah, Duduk Penja, Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, Gam, Tabut Naik Puncak, Arak Gedang atau Tabut Besanding, Soja, Tabut Tebuang hingga Doa Penutup.

Setiap prosesi menghadirkan suasana khas dan menjadi Pengalaman Budaya bagi wisatawan.

Festival Tabut juga kembali masuk dalam program unggulan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata. 

Kehadiran festival ini dalam kalender nasional diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat.

Tahun ini menjadi tahun keenam Festival Tabut menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara. Mengusung tema “Semarak Muharram”, berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Bengkulu akan turut meramaikan acara.

Salah satu yang paling ditunggu adalah penampilan musik Dhol, kesenian khas Bengkulu. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati Tari Kreasi Tabut serta permainan rakyat tradisional seperti Ikan Ikan dan Telong Telong yang menjadi bagian dari warisan budaya daerah.

Tidak hanya fokus pada seni dan budaya, Festival Tabut 2026 juga memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Berbagai kegiatan pendukung akan digelar untuk memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan kekayaan budaya Indonesia secara langsung, Festival Tabut menawarkan pengalaman lebih dari sekadar hiburan. Festival ini menghadirkan kisah sejarah, nilai budaya, dan semangat kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat Bengkulu hingga saat ini.***



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!