ID EN

Lamine Yamal Ukir Rekor yang Belum Pernah Dicapai Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo

Selasa, 21 Juli 2026 | 06:00

Penulis: Arif S

Lamine Yamal
Lamine Yamal.
Sumber: ChatGPT AI

Lamine Yamal membuktikan dirinya bukan sekadar bintang muda yang sedang naik daun. Di usia baru 19 tahun, bintang muda Barcelona sukses mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026, sekaligus mengukir sederet rekor yang bahkan belum pernah dicapai Lionel Messi maupun **Cristiano Ronaldo saat seusianya.

Spanyol memastikan gelar kedua mereka sepanjang sejarah Piala Dunia setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di Stadion MetLife, New Jersey, Senin 20 Juli dini hari WIB.

Meski bukan pencetak gol penentu kemenangan, keberhasilan mengangkat trofi melambungkan nama Yamal dalam sejarah sepak bola dunia.

Remaja Pertama Juara Euro dan Piala Dunia

Kesuksesan di Amerika Serikat melengkapi koleksi gelar internasional Yamal dalam waktu singkat.

Setelah membawa Spanyol menjadi juara Euro 2024 pada usia 17 tahun dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen, kini pemain bernomor punggung 19 itu kembali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola dunia.

Yamal menjadi remaja pertama dalam sejarah yang mampu menjuarai Euro dan Piala Dunia.

Di Piala Dunia 2026, Yamal memang tidak seproduktif saat Euro. Namun, satu gol yang dicetaknya serta kontribusinya sejak fase gugur menjadi bagian penting dari kesuksesan La Roja.

Bangkit Setelah Cedera Hamstring

Perjalanan Yamal menuju Piala Dunia sempat dipenuhi tanda tanya. Ia mengalami cedera hamstring tingkat dua saat membela Barcelona pada April 2026 sehingga musimnya berakhir lebih cepat. 

Barcelona dan tim medis Timnas Spanyol kemudian bekerja sama memastikan proses pemulihan berjalan maksimal.

Yamal pulih tepat waktu dan masuk dalam skuad Luis de la Fuente. Pada fase grup, menit bermainnya masih dibatasi demi menjaga kebugaran. 

Namun memasuki fase gugur, ia kembali menjadi pilihan utama di sisi kanan serangan hingga akhirnya membawa Spanyol menjadi juara dunia.

Pecahkan Rekor Sejak Fase Grup

Salah satu momen paling bersejarah Yamal tercipta ketika Spanyol menghancurkan Arab Saudi 4-0 pada fase grup.

Golnya di menit ke-11 menjadikannya pencetak gol termuda Spanyol di Piala Dunia pada usia 18 tahun 343 hari.

Catatan itu juga menjadikannya pemain termuda sejak Pele pada Piala Dunia 1958 yang mampu mencetak gol di turnamen sepak bola terbesar dunia.

Koleksi Trofi Sebelum Genap Berusia 20 Tahun

Usia muda tidak menghalangi Yamal mengumpulkan gelar bergengsi. Sebelum mengangkat trofi Piala Dunia, ia sudah memenangkan La Liga bersama Barcelona, Euro 2024 bersama Spanyol, Piala Super Spanyol, Copa del Rey. Ia kembali meraih La Liga, serta Piala Super Spanyol musim 2025/2026.

Dengan tambahan gelar Piala Dunia, koleksi trofinya semakin mengesankan, meski satu target besar masih belum tercapai, Liga Champions.

Dipuji Messi, Ronaldo hingga Guardiola

Performa luar biasa Yamal mendapatkan pujiam termasuk dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Messi bahkan mengaku kagum dengan pencapaian pemain muda tersebut.

"Apa yang sudah dilakukan dan diraih Lamine sampai sekarang benar-benar luar biasa. Dia bahkan sudah menjadi juara Eropa bersama Timnas Spanyol," ujar Messi.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente juga menilai Yamal memiliki talenta sangat langka.

"Dia adalah pemain yang sangat hebat. Tuhan memberinya bakat yang luar biasa. Ada pemain-pemain yang memang memiliki keistimewaan. Saya tidak ingin membandingkannya dengan siapa pun, tetapi pemain bertalenta besar, para superstar, dan legenda sepak bola selalu memiliki sesuatu yang membuat mereka berbeda," kata Luis de la Fuente.

Pelatih Barcelona Hansi Flick memberikan penilaian serupa.

"Dia adalah pemain yang berbeda dari yang lain, seorang jenius. Kemampuannya benar-benar luar biasa," ucap Hansi Flick.

Sementara itu, Pep Guardiola menyoroti kedewasaan permainan Yamal.

"Biasanya seorang pemain baru mencapai tingkat kematangan seperti dirinya saat berusia 24 atau 25 tahun. Karena bakatnya sangat besar, banyak orang berharap dia selalu melakukan aksi spektakuler setiap kali menguasai bola, seperti Stephen Curry yang selalu mencetak tembakan tiga angka. Padahal tidak harus seperti itu. Dia juga bisa turun menjemput bola, memainkan umpan satu sentuhan, mengambil jeda sejenak, lalu kembali mengalirkan umpan sederhana. Dia mampu menggiring bola dalam ruang sempit, melewati lawan, memberi umpan, dan pada akhirnya membantu tim memenangkan pertandingan," tegas Pep Guardiola.

Cristiano Ronaldo juga melihat Yamal berkembang di lingkungan yang ideal.

"Anak ini berkembang dengan sangat baik. Dia berada di klub yang mendukung perkembangannya, begitu juga di tim nasional. Lingkungan yang dia miliki sekarang sangat ideal untuk terus mengasah kemampuan luar biasanya,"* kata Cristiano Ronaldo, dilansir dari situs resmi FIFA.

Sedangkan Erling Haaland memberikan pujian singkat.

"Dia benar-benar pemain yang luar biasa," kata Haaland.

Rekor yang Belum Pernah Dicapai Messi dan Ronaldo

Sebelum menjadi juara dunia, Yamal lebih dulu memecahkan berbagai rekor di Barcelona.

Lulusan akademi La Masia itu menjadi starter termuda di Liga Champions pada usia 16 tahun 83 hari, pemain termuda di El Clasico (16 tahun 107 hari), serta pemain termuda Barcelona yang mencapai 50 penampilan resmi ketika baru berusia 16 tahun 310 hari.

Seluruh pencapaian tersebut belum pernah diraih Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo ketika berada di usia yang sama.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!