ID EN

Unai Simon Sempurnakan Kejayaan Spanyol, Mbappe Kembali Jadi Mesin Gol Piala Dunia

Rabu, 22 Juli 2026 | 15:35

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor - Piala Dunia 2026 ditutup dengan Spanyol mengangkat trofi juara dunia setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) WIB. 

Namun, ketika perayaan berakhir, dua penghargaan individu justru menjadi cerminan bagaimana turnamen ini dimenangkan: Unai Simon menghadirkan pertahanan terbaik, sementara Kylian Mbappe kembali menunjukkan diri sebagai mesin gol paling mematikan.

Simon dinobatkan sebagai peraih adidas Golden Glove setelah menjadi fondasi kokohnya pertahanan La Furia Roja sepanjang turnamen. 

Penjaga gawang Athletic Bilbao itu membukukan tujuh clean sheet dalam delapan pertandingan, termasuk saat membawa Spanyol menutup final tanpa kebobolan. 

Pencapaian ini menjadi salah satu faktor utama keberhasilan tim asuhan Luis de la Fuente merebut gelar juara dunia kedua mereka.

Bagi Simon, penghargaan itu memiliki makna historis. Ia menjadi kiper Spanyol kedua yang berhasil membawa pulang Golden Glove setelah Iker Casillas pada Piala Dunia 2010. 

Konsistensinya juga mengangkat namanya ke jajaran elite penjaga gawang Piala Dunia dengan koleksi sembilan clean sheet dari 12 penampilan di putaran final, hanya terpaut satu dari Fabien Barthez dan Peter Shilton yang sama-sama mengoleksi 10 clean sheet.

Kontribusi Simon tidak hanya terlihat dari kemampuannya menjaga gawang. Dalam sistem permainan Spanyol, ia juga menjadi titik awal pembangunan serangan. 

Statistik FIFA menunjukkan Simon aktif keluar dari area penalti untuk memutus serangan lawan sekaligus menjaga sirkulasi bola dari lini belakang, sebuah karakter yang menjadi bagian penting dari dominasi penguasaan bola Spanyol sepanjang turnamen.

Jika Simon menjadi simbol kokohnya pertahanan, Mbappe kembali menjadi wajah produktivitas di depan gawang. 

Penyerang Prancis itu menutup Piala Dunia 2026 dengan torehan 10 gol dan mempertahankan gelar Golden Boot yang sebelumnya juga diraihnya pada Piala Dunia 2022 di Qatar. 

Ia menjadi pemain pertama yang mampu memenangi penghargaan pencetak gol terbanyak Piala Dunia lebih dari satu kali.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena dua ikon sepak bola modern, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tidak pernah mengakhiri Piala Dunia sebagai peraih Golden Boot. 

Messi memang membawa Argentina melaju hingga final dengan koleksi delapan gol, tetapi gagal menambah torehannya pada laga puncak sehingga harus puas finis di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak. 

Sementara itu, rekor Just Fontaine yang mencetak 13 gol pada Piala Dunia 1958 masih belum mampu dilampaui Mbappe, meski produktivitasnya kembali menjadi yang terbaik di turnamen ini.

Menariknya, dua penghargaan itu juga memperlihatkan dua cara berbeda meraih kesuksesan di level tertinggi sepak bola. 

Spanyol membangun gelarnya melalui organisasi permainan dan pertahanan yang nyaris tanpa celah, sedangkan Mbappe membuktikan bahwa konsistensi individu tetap mampu bersinar meski tidak selalu berujung pada trofi juara.

Pembahasan mengenai peran sentral Unai Simon di balik keberhasilan Spanyol, serta pencapaian bersejarah Mbappe mempertahankan Golden Boot, menjadi salah satu topik utama dalam Podcast Seputar Piala Dunia 2026 produksi ITSMe. 

Dipandu Syafira dan Dila dari Studio ITSMe di Sentul, Bogor, podcast tersebut mengulas bagaimana pertahanan terbaik dan penyerang paling tajam menjadi dua wajah berbeda yang sama-sama mewarnai Piala Dunia 2026.