ID EN

Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Duel Dominasi dan Mentality

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:29

Penulis: Respaty Gilang

Spanyol vs Argentina
Ilustrasi Spanyol vs Argentina.
Sumber: ChatGPT AI

Pertarungan dua raksasa sepak bola dunia akan tersaji pada final Piala Dunia 2026. Spanyol dan Argentina dijadwalkan saling berhadapan di New York New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB.

Laga ini dianggap sebagai final yang ideal. Spanyol datang dengan status juara Piala Eropa sekaligus tim peringkat kedua dunia, sedangkan Argentina merupakan juara Copa America dan penghuni posisi pertama ranking FIFA.

Kedua tim sama-sama tampil impresif sepanjang turnamen. Argentina menyapu bersih tujuh pertandingan dengan kemenangan, sementara Spanyol mencatat enam kemenangan dan satu hasil imbang.

Namun, perjalanan La Roja menuju partai puncak dinilai lebih berat. Pasukan Luis de la Fuente berhasil menyingkirkan tiga tim penghuni 10 besar dunia, yakni Portugal, Belgia, dan Prancis. Sementara Argentina baru menghadapi lawan sekelas 10 besar ketika bertemu Inggris di semifinal.

Spanyol Lebih Solid, Argentina Punya Mental Juara

Keunggulan Spanyol juga terlihat dari lini pertahanan. Hingga menembus final, La Roja hanya kebobolan satu gol dari tujuh pertandingan. Sebaliknya, Argentina sudah tujuh kali dipaksa memungut bola dari gawangnya.

Perbandingan performa kedua tim saat menghadapi kejutan turnamen, Tanjung Verde, juga menarik perhatian.

Spanyol memang hanya bermain imbang tanpa gol pada fase grup. Namun, mereka tampil dominan dengan menciptakan 27 peluang, tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang, serta tidak memberikan satu gol pun kepada lawan.

Argentina justru harus bekerja keras ketika menghadapi Tanjung Verde di babak 32 besar. Albiceleste baru menang tipis 3-2 setelah melalui perpanjangan waktu dan terbantu gol bunuh diri lawan. Dalam laga tersebut, Argentina melepaskan 22 tembakan dengan 12 tepat sasaran, sedangkan Tanjung Verde mampu menciptakan 16 peluang dan lima mengarah ke gawang.

Perjalanan Argentina menuju final juga tidak mudah. Tim asuhan Lionel Scaloni harus bersusah payah melewati Tanjung Verde, Mesir, Swiss, hingga Inggris dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Sebaliknya, setelah ditahan imbang Tanjung Verde, perjalanan Spanyol menuju final relatif lebih mulus meski harus menghadapi lawan-lawan elite Eropa.

Rekor Mengesankan La Roja

Spanyol datang ke final dengan modal konsistensi luar biasa. Sejak kalah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, mereka belum tersentuh kekalahan dalam 37 pertandingan.

Tak hanya itu, sejak bermain imbang 2-2 melawan Turki pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada November 2025, La Roja tidak pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam 11 pertandingan terakhir.

Argentina juga memiliki catatan impresif. Sejak takluk dari Ekuador pada September 2025, Albiceleste belum pernah kalah dalam 14 laga beruntun.

Meski demikian, sejarah mencatat Argentina memiliki rekor cukup baik menghadapi wakil Eropa. Terakhir kali mereka kalah dari tim Eropa terjadi pada Piala Dunia 2018 saat dikalahkan Prancis 3-4 di babak 16 besar.

Dalam sejarah Piala Dunia, Spanyol dan Argentina baru sekali bertemu, yakni pada fase grup edisi 1966. Saat itu Argentina menang 2-1. Dari total 14 pertemuan di semua ajang, kedua tim sama-sama mengoleksi enam kemenangan.

Duel Taktik dan Peran Besar Lionel Messi

Secara permainan, Spanyol diprediksi akan lebih dominan dalam penguasaan bola dan membangun serangan. Namun, Argentina dikenal sebagai tim dengan pressing tinggi, permainan fisik, serta agresivitas yang kerap menyulitkan lawan.

Dari sisi distribusi bola, Argentina mencatat 4.772 umpan dengan 4.324 di antaranya akurat. Sementara Spanyol membukukan 4.592 umpan dengan tingkat akurasi mencapai 4.156 operan sukses.

Kekuatan La Roja juga tidak hanya bergantung pada satu pemain. Rodri, Lamine Yamal, Marc Cucurella, Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, hingga Mikel Merino sama-sama berperan penting dalam membangun permainan, menciptakan peluang, hingga melakukan pressing.

Di kubu Argentina, permainan lebih banyak bertumpu kepada Lionel Messi. Kapten Albiceleste itu telah mencetak delapan gol atau sekitar 42 persen dari total gol timnya selama turnamen. Ia juga menyumbang empat assist sehingga terlibat langsung dalam sekitar 63 persen gol Argentina.

Selain menjadi pencetak gol utama, Messi juga menjadi pemain dengan jumlah umpan silang terbanyak serta paling sering menerima operan dari rekan-rekannya. Perannya sebagai motor serangan membuat Spanyol dipastikan akan memberikan perhatian khusus kepada sang megabintang.

Di sisi lain, Leandro Paredes, Enzo Fernandez, dan Julian Alvarez juga diprediksi menjadi pemain yang harus diwaspadai La Roja karena kontribusinya dalam distribusi bola, pergerakan tanpa bola, dan tekanan kepada lawan.

Seluruh statistik dan rekam jejak kedua tim menunjukkan bahwa final Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi laga terbaik sepanjang turnamen. Argentina memiliki kesempatan membawa Lionel Messi meraih satu lagi gelar juara dunia, sementara Spanyol berambisi menyempurnakan performa luar biasa mereka dengan mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!