ID EN

Lonjakan Turis China ke Indonesia Tertinggi dalam 6 Tahun, Bali Jadi Destinasi Utama

Jumat, 3 April 2026 | 11:04

Penulis: Arif S

Wisatawan China
Ilustrasi - Kunjungan wisatawan China ke Indonesia.
Sumber: Envato

Lonjakan wisatawan asal China kembali menghidupkan denyut pariwisata Indonesia. Bali tetap manjadi menjadi pusat gravitasi bagi wisatawan negeri tirai bambu dalam skala signifikan, didorong Libur Panjang Tahun Baru Imlek. 

Laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah Kunjungan Wisatawan asal China ke Indonesia mencapai 150.800 pada Februari 2026, tertinggi dalam enam tahun terakhir. 

Jumlah kunjungan Wisatawan China pada Februari 2026 melonjak 69 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, serta meningkat 36 persen secara bulanan. 

Data terbaru ini merupakan yang tertinggi sejak Januari 2020 ketika Kunjungan Turis China saat itu masih menyentuh 183.700.

“Peningkatan wisatawan dari China didorong efek liburan panjang Tahun Baru Imlek, sehingga ini tentunya mendorong perjalanan wisatawan dari China pada bulan Februari 2026,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Aten Hartono dalam konpers, Rabu.

Dari angka-angka tersebut, Bali menjadi gerbang utama sekaligus destinasi inti. Sekitar 52 persen turis China memasuki Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Sisanya tersebar melalui Jakarta dan Surabaya, namun daya tarik Bali tetap dominan, dengan kenaikan sekitar 78 persen secara bulanan pada kunjungan turis China ke pulau ini.

Momentum ini tidak terjadi secara kebetulan. Periode libur Tahun Baru Imlek telah lama menjadi katalis perjalanan lintas negara di Asia. 

Dalam dua pekan krusial 10-24 Februari, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat lonjakan signifikan.

Kemenpar sebelumnya juga mencatat kenaikan jumlah kunjungan wisatawan China hingga 29 persen sepekan sebelum dan sesudah Imlek tahun ini (10-24 Februari) dibanding Imlek tahun lalu. 

Selama dua pekan tersebut, sebanyak 88.600 turis China memasuki Indonesia, dengan puncaknya pada H+2 Imlek dengan hampir 7.500 turis.

Kebangkitan ini membawa implikasi luas. Kemenpar menyebut tren positif kembalinya turis China ke Indonesia ini sebagai angin segar bagi pariwisata nasional karena memberikan dampak langsung pada perekonomian dan pelaku usaha pariwisata di daerah. 

Dari penginapan butik di Ubud hingga warung makan keluarga di pesisir, denyut ekonomi lokal kembali menguat seiring meningkatnya arus wisatawan.***