Mahashivaratri di Candi Prambanan, Festival Spiritual Menuju Destinasi Kelas Dunia
Selasa, 17 Februari 2026 | 15:00
Penulis: Arif S

Sumber: Kemenpar
Prambanan Shiva Festival diarahkan menjadi wajah baru pariwisata Indonesia. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong festival ini berkembang sebagai agenda unggulan pariwisata nasional yang memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai Destinasi Wisata budaya dan spiritual kelas dunia.
“Dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan menjadi program unggulan yang mampu meningkatkan Kunjungan Wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ni Luh Puspa, Senin.
Berpuncak pada perayaan Mahashivaratri, festival yang telah berlangsung sejak 17 Januari 2026 ini merangkai ritual sakral dengan panggung budaya. Festival ini memberikan Pengalaman Perjalanan yang menyatukan spiritualitas, seni, dan ekonomi lokal dalam satu lanskap warisan dunia.
BACA JUGA
Lima Program Unggulan Kemenpar 2026, Peta Jalan Pariwisata Indonesia
Desa Bawomataluo Nias Menuju Pengakuan Situs Warisan Dunia UNESCO
Wisman Serbu Indonesia, Kunjungan Naik 12,3 Persen dalam Setahun Capai 14,85 Juta
Salah satu momen paling memikat adalah Festival Dipa, ketika ribuan pelita dinyalakan diiringi bunyi damaru, menciptakan suasana magis dan khusyuk di kawasan candi. Cahaya-cahaya itu menjadi simbol persatuan umat dalam doa, harapan akan kedamaian dan kesejahteraan dunia.
Atraksi video mapping yang membalut struktur candi turut menghadirkan pengalaman visual yang memperkuat pesan spiritual dan kebersamaan.
“Ini menjadi simbol kebersamaan dalam harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” kata Ni Luh Puspa.
Lebih dari sekadar panggung budaya, Prambanan Shiva Festival juga menjadi penggerak ekosistem ekonomi di sekitarnya.
Event ini menghidupkan pelaku UMKM, pekerja seni, sektor perhotelan, hingga jasa pariwisata di kawasan sekitar.
Sebagai situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991 dan mahakarya arsitektur Hindu abad ke-9, Candi Prambanan memiliki resonansi global yang kian relevan di tengah Tren Pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Wisatawan kini tidak hanya mencari hiburan, tetapi pengalaman yang mempertemukan mereka dengan budaya, lingkungan, dan masyarakat lokal.
Data menunjukkan jumlah umat Hindu dunia meningkat sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, dengan 99 persen berada di kawasan Asia-Pasifik.
Fakta ini mempertegas potensi spiritual tourism dan pilgrimage tourism yang dapat dikembangkan secara sensitif dan berkelanjutan.
“Kita harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” pungkas Ni Luh Puspa.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!