ID EN

Lionel Messi Gagal Dua Penalti Beruntun di Piala Dunia 2026, Argentina Perlu Algojo Baru?

Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:00

Penulis: Arif S

Kapten Timnas Argentina Lionel Messi
Kapten Timnas Argentina Lionel Messi.
Sumber: Antara/Hakan Akgun - Anadolu Agency

Lionel Messi kembali menjadi sorotan di Piala Dunia 2026, bukan karena gol spektakuler atau assist brilian. Kegagalannya mengeksekusi penalti memunculkan pertanyaan besar, apakah kapten Argentina itu masih layak menjadi algojo utama dari titik putih.

Perdebatan semakin menguat setelah Messi kembali gagal mencetak gol lewat penalti saat Argentina mengalahkan Mesir pada babak 16 besar.

Kesempatan itu datang di menit ke-21 ketika Nicolas Tagliafico dijatuhkan Hassan di kotak terlarang. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit memastikan terjadi pelanggaran karena kaki Hassan menginjak Tagliafico.

Messi maju sebagai eksekutor. Namun, tendangannya ke sisi kiri gawang berhasil dibaca kiper Mesir, Mostafa Shobeir, yang melakukan penyelamatan gemilang.

Kegagalan tersebut bukan yang pertama bagi La Pulga di turnamen ini. Sebelumnya, ia juga gagal mengeksekusi penalti saat Argentina menghadapi Austria pada fase grup. Bedanya, saat itu bola justru melenceng ke sisi kiri gawang.

Meski demikian, Messi tetap mampu mencetak gol dalam kedua pertandingan tersebut sehingga kegagalan penalti tidak menghalangi kontribusinya bagi Albiceleste.

Namun secara statistik, catatan itu tetap menjadi perhatian. Menurut BBC, Messi kini menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti secara beruntun dalam satu edisi Piala Dunia.

Fakta lainnya, dua penalti yang gagal sama-sama diarahkan ke sisi kiri gawang, sehingga memunculkan pertanyaan apakah pola eksekusinya mulai mudah dibaca para penjaga gawang lawan.

Statistik Penalti Messi di Piala Dunia Jadi Sorotan

Sepanjang kariernya di Piala Dunia, Messi telah delapan kali dipercaya menjadi algojo penalti Argentina. Dari jumlah tersebut, ia hanya mencetak empat gol.

Artinya, tingkat keberhasilan penalti Messi di ajang Piala Dunia hanya 50 persen, angka yang tergolong rendah untuk pemain sekelas peraih delapan Ballon d'Or.

Meski begitu, gambaran berbeda terlihat jika melihat keseluruhan karier profesionalnya.

Data Opta menunjukkan Messi telah mengambil 148 penalti dalam pertandingan resmi bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, Inter Miami, dan Timnas Argentina. 

Dari total tersebut, ia sukses mencetak 114 gol dengan tingkat keberhasilan mencapai 77 persen.

Statistik tersebut menunjukkan dua kegagalan di Piala Dunia 2026 lebih merupakan anomali dibanding cerminan kualitas Messi sebagai penendang penalti.

Haruskah Argentina Mengganti Algojo?

Dua kegagalan beruntun tentu memunculkan perdebatan mengenai siapa yang seharusnya menjadi eksekutor penalti Argentina pada laga berikutnya.

Di satu sisi, catatan 50 persen di Piala Dunia menjadi alasan untuk mempertimbangkan opsi lain, terutama mengingat setiap peluang di fase gugur sangat berharga.

Di sisi lain, pengalaman, mental bertanding, serta tingkat keberhasilan 77 persen sepanjang karier membuat Messi tetap memiliki dasar kuat untuk mempertahankan statusnya sebagai algojo utama. Semua itu akan tergantung keputusan peletih Lionel Scolani. 

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!