Presiden FIFA Bantah Donald Trump Intervensi Kasus Kartu Merah Balogun
Selasa, 7 Juli 2026 | 05:31
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/X/WorldCupMedia
Keputusan Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun menjadi polemik. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memengaruhi keputusan badan yudisial FIFA.
Namun, Infantino menegaskan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku di FIFA.
Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar.
BACA JUGA
Atasi Bosnia, Amerika Serikat Susul Kanada dan Meksiko ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Meksiko Sempurna, Tiga Tuan Rumah Kompak Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Penangguhan hukuman memungkinkan Balogun bisa dimainkan ketika Amerika Serikat menghadapi Belgia di babak 16 besar. Keputusan ini diprotes Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang mengajukan gugatan kepada FIFA.
"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino dilansir FIFA Media.
Menurut Infantino, setiap perkara disiplin diputuskan berdasarkan ketentuan dan regulasi serta fakta-fakta yang ditemukan selama proses pemeriksaan.
Isu mengenai adanya campur tangan pihak luar semakin menguat setelah muncul laporan yang menyebut keputusan tersebut dipengaruhi intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, sejumlah pejabat pemerintah, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, dan tim kuasa hukum Balogun.
Infantino tidak menampik dirinya memang sempat berbicara dengan Donald Trump. Namun, ia membantah percakapan tersebut memengaruhi jalannya proses hukum di FIFA.
"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," ungkap Infantino.
Ia menjelaskan kepada Trump dirinya hanya menyampaikan status perkara yang sedang diproses badan yudisial FIFA.
"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.
Sementara itu, gugatan RBFA ditolak FIFA. Alasannya, federasi Belgia tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding atas perkara disiplin yang menimpa pemain dari negara lain.
Meski demikian, RBFA masih membuka peluang untuk menempuh langkah hukum lanjutan terhadap keputusan tersebut.
Infantino mengakui, sebagai Presiden FIFA, ia tidak selalu memiliki pandangan sama dengan setiap keputusan Komite Disiplin. Namun, ia menegaskan pentingnya menghormati independensi lembaga tersebut demi menjaga integritas sepak bola dunia.
"Terkadang saya setuju, terkadang saya tidak setuju. Namun, saya selalu menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya," kata Infantino.
Menurutnya, penghormatan terhadap independensi badan yudisial dan supremasi hukum merupakan fondasi utama agar kompetisi tetap berjalan secara adil dan kredibel.
Polemik kasus Balogun menjadi salah satu isu paling menyita perhatian sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026. Di tengah besarnya sorotan publik, FIFA tetap bersikeras, seluruh keputusan diambil melalui mekanisme hukum internal tanpa campur tangan dari pihak mana pun.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!