ID EN

Jelang Portugal vs Spanyol, Cristiano Ronaldo Tak Ingin Akhiri Piala Dunia dengan Kekalahan

Senin, 6 Juli 2026 | 13:00

Penulis: Respaty Gilang

Portugal vs Spanyol
Grafik ilustrasi pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol.
Sumber: AntaraNews

Cristiano Ronaldo bersiap menghadapi salah satu laga paling emosional dalam kariernya saat Portugal bertemu Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sang kapten Selecao berharap pertandingan di Dallas Stadium, Texas, Amerika Serikat, Senin, 7 Juli 2026, bukan menjadi penampilan terakhirnya di panggung sepak bola terbesar dunia.

Ronaldo sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa edisi Piala Dunia kali ini akan menjadi yang terakhir sepanjang kariernya. Karena itu, ia ingin terus membawa Portugal melangkah lebih jauh.

"Mengingat ini akan menjadi Piala Dunia saya yang terakhir, saya harap esok tak akan menjadi laga terakhir saya," kata kapten timnas Portugal Cristiano Renaldo dalam jumpa pers sebelum laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di "Dallas Stadium", Texas, Amerika Serikat.

Derbi Iberia Sarat Rivalitas dan Sejarah

Pertemuan Portugal kontra Spanyol selalu menghadirkan atmosfer berbeda. Duel yang dikenal sebagai Derbi Iberia itu bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan persaingan dua negara bertetangga yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan geografis.

Sejak pertama kali bertemu pada 19 Desember 1921, kedua tim telah bentrok sebanyak 40 kali. Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi pertemuan ke-41 sekaligus laga kompetitif ke-13 antara keduanya.

Ronaldo sudah merasakan berbagai hasil dalam rivalitas tersebut. Debutnya di Derbi Iberia terjadi saat Portugal mengalahkan Spanyol 1-0 pada fase grup Euro 2004 melalui gol Nuno Gomes.

Setelah itu, Ronaldo harus menerima sejumlah hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan di babak 16 besar Piala Dunia 2010 dan semifinal Euro 2012. Portugal juga bermain imbang pada fase grup Piala Dunia 2018, sebelum kembali bertemu Spanyol di UEFA Nations League 2022.

Kenangan terbaik terbaru datang pada final UEFA Nations League 2025 ketika Portugal mengalahkan Spanyol lewat adu penalti.

Statistik Berpihak Kepada Spanyol

Meski memiliki materi pemain bertabur bintang, Portugal dinilai masih kalah solid dibandingkan Spanyol yang tampil lebih konsisten sepanjang Piala Dunia 2026.

La Roja datang ke fase gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan maupun kebobolan. Kedua tim memang sama-sama mengoleksi delapan gol, tetapi dominasi Spanyol terlihat dari berbagai aspek permainan.

Tim besutan Luis de la Fuente tercatat menciptakan 78 peluang dengan sekitar 33 persen di antaranya tepat sasaran. Sementara Portugal menghasilkan 52 peluang dengan akurasi tembakan sekitar 29 persen.

Dalam membangun serangan, Spanyol juga lebih aktif memasuki area pertahanan lawan. La Roja mencatat 280 sentuhan di sepertiga akhir lapangan, sedikit lebih banyak dibanding Portugal yang mengoleksi 268 sentuhan.

Kedua tim sama-sama menjadikan sisi kiri sebagai jalur serangan utama. Portugal mengandalkan kombinasi Nuno Mendes bersama Pedro Neto, Joao Felix, atau Rafael Leao, sedangkan Spanyol bertumpu pada Marc Cucurella dan Alex Baena.

Namun secara keseluruhan, Spanyol masih unggul dalam intensitas menyerang. Mereka mencatat 842 penetrasi ke area lawan, sedangkan Portugal hanya 748 kali.

Dominasi La Roja juga terlihat dari distribusi bola. Spanyol telah melepaskan 2.834 operan dengan 2.602 di antaranya akurat. Portugal mencatat 2.487 operan dengan 2.276 operan sukses.

Portugal Lebih Efisien Manfaatkan Peluang

Di balik dominasi statistik Spanyol, Portugal memiliki satu keunggulan yang cukup mencolok, yakni efektivitas penyelesaian akhir.

Nilai expected goals (xG) Portugal mencapai 8,83, jauh lebih tinggi dibandingkan Spanyol yang berada di angka 5,26.

Data tersebut menunjukkan peluang yang diciptakan Portugal memiliki kualitas lebih baik dan lebih berpotensi menjadi gol. Efisiensi itu menjadi salah satu modal penting Selecao menghadapi laga hidup-mati melawan rival abadinya.

Ronaldo vs Oyarzabal Jadi Duel Penentu
Pertandingan ini juga menghadirkan duel menarik di lini depan.

Ronaldo telah mencetak tiga gol sepanjang Piala Dunia 2026, sementara striker Spanyol Mikel Oyarzabal tampil lebih tajam dengan torehan empat gol.

Pertarungan keduanya diprediksi menjadi salah satu faktor penentu hasil pertandingan, sekaligus memperlihatkan efektivitas dua filosofi bermain yang berbeda.

Portugal mengandalkan keseimbangan lini tengah dengan penyelesaian akhir yang dipimpin Ronaldo. Sebaliknya, Spanyol tetap setia dengan permainan berbasis penguasaan bola dan tiki-taka yang digerakkan para pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pedri.

Adu Penalti Bisa Kembali Terjadi

Melihat sejarah pertemuan kedua negara di ajang kompetitif sejak Piala Dunia 1934, hampir seluruh pertandingan berlangsung ketat. Tidak ada laga yang berakhir dengan selisih lebih dari satu gol.

Jika duel kembali berlanjut hingga babak adu penalti, Portugal memiliki modal psikologis usai mengalahkan Spanyol pada final UEFA Nations League 2025 dengan skor 5-3 setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit.

Saat itu Ronaldo turut mencetak satu gol dan menjadi bagian penting keberhasilan Selecao mengangkat trofi.

Kini, sang megabintang berharap mampu kembali membawa Portugal melewati Spanyol, sekaligus memastikan kisahnya di Piala Dunia belum berakhir.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!