ID EN

Raja Ampat Fokus Pertahankan Status UNESCO Global Geopark 2026

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:30

Penulis: Arif S

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat meninjau kesiapan revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat.
Sumber: Kemenpar

Raja Ampat di Papua Barat Daya terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik dunia. Menjelang proses revalidasi UNESCO Global Geopark pada Agustus 2026, pemerintah bersama masyarakat lokal bergerak menjaga kelestarian kawasan sekaligus memperkuat tata kelola Pariwisata Berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turun langsung meninjau kesiapan sejumlah lokasi wisata unggulan di Raja Ampat, termasuk Geosite Piaynemo, dikenal dengan gugusan pulau karst dan panorama laut birunya yang ikonik.

“Status geopark dunia harus dijaga melalui tata kelola yang kuat, konservasi yang nyata, dan pelibatan masyarakat lokal,” ujar Widiyanti dalam keterangan di Jakarta.

Menurut Widiyanti, status UNESCO Global Geopark bukan hanya simbol pengakuan internasional, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menjaga Kelestarian Alam Raja Ampat dalam jangka panjang. 

Karena itu, proses revalidasi nanti akan menjadi momen penting untuk menunjukkan komitmen Indonesia terhadap pariwisata berkelanjutan.

Selain Piaynemo, Widiyanti juga mengunjungi Desa Wisata Arborek yang pernah meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. 

Desa kecil di tengah laut biru Raja Ampat itu dinilai sukses mengembangkan ekowisata tanpa meninggalkan budaya lokal dan kelestarian lingkungan.

“Desa Arborek adalah bukti nyata bahwa ekowisata bukan hanya konsep di atas kertas. Di sini kita melihat bagaimana masyarakat mampu berdaya secara ekonomi tanpa mengabaikan warisan leluhur dan kelestarian laut. Keberhasilan Arborek harus menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia,” jelasnya.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Pulau Kri di Distrik Meos Mansar. Di lokasi ini, Widiyanti meninjau program konservasi hiu di Sorido Bay Resort yang menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem laut Raja Ampat tetap lestari.

Dalam momen tersebut, Widiyanti memberikan nama “Putri” kepada salah satu telur hiu zebra yang sedang diinkubasi sebelum menetas. Simbol kecil itu menjadi pengingat bahwa keindahan Raja Ampat tidak hanya soal panorama wisata, tetapi juga tentang menjaga kehidupan laut untuk generasi mendatang.

Raja Ampat dijadwalkan menjalani penilaian ulang UNESCO pada Agustus 2026. Pemerintah berharap kawasan ini tetap mempertahankan status geopark dunia sekaligus menjadi contoh destinasi wisata yang mampu menyeimbangkan pariwisata, konservasi alam, dan kesejahteraan masyarakat.

“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” pungkasnya.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!