ID EN

Menpar Kawal Kesiapan Belitong UNESCO Global Geopark Jelang Revalidasi UNESCO

Senin, 6 Juli 2026 | 15:00

Penulis: Rojes Saragih

Menpar Widiyanti Putri Wardhana dan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat meninjau Belitong Geopark Information Center
Menpar Widiyanti Putri Wardhana dan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat meninjau Belitong Geopark Information Center jelang revalidasi UNESCO, Minggu (5/7/20
Sumber: Antara/Kementerian Pariwisata

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengawal kesiapan Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan menjelang proses revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.

Belitong UNESCO Global Geopark merupakan kawasan taman bumi yang berada di Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. UNESCO menggunakan nama Belitong—ejaan lokal Pulau Belitung—sebagai nama resmi geopark. Kawasan ini meliputi Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, dengan luas sekitar 4.800 kilometer persegi wilayah daratan dan 13.000 kilometer persegi wilayah laut serta memiliki 24 geosite yang menyimpan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya. Belitong ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-211 di Paris, Prancis, pada April 2021.

Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/7/2026), Widiyanti mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh rekomendasi UNESCO telah ditindaklanjuti secara optimal sebelum proses penilaian berlangsung.

"Saya berharap pertemuan hari ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai perkembangan tindak lanjut atas seluruh rekomendasi UNESCO, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih memerlukan dukungan dan percepatan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujarnya.

Menurut Widiyanti, sejumlah aspek masih perlu diperkuat, antara lain kelembagaan pengelola geopark, dukungan anggaran, penyelesaian regulasi, kesiapan masyarakat di sekitar geosite, serta penguatan interpretasi dan storytelling agar wisatawan dapat memahami nilai geologi, alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.

Kementerian Pariwisata mendukung persiapan ini melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, penyelenggaraan seminar internasional, penyediaan papan informasi dwibahasa yang tahan cuaca, pembaruan berkala situs web resmi geopark, integrasi informasi peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta keberlanjutan program Geopark Goes to School.

Widiyanti menegaskan seluruh rekomendasi UNESCO harus diwujudkan melalui langkah nyata, bukan sekadar pemenuhan administrasi.

"Seluruh rekomendasi dan saran UNESCO harus dijawab dengan kerja nyata, tata kelola yang kuat, dan koordinasi yang rapi antara pemerintah daerah, pengelola geopark, komunitas, pelaku wisata, dan masyarakat," katanya dikutip Antara.

Sementara itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengelolaan kawasan geopark agar kembali meraih green card pada revalidasi tahun ini.

Pada revalidasi pertama yang berlangsung 15–20 Juli 2024, tim asesor UNESCO memberikan lima rekomendasi dan empat saran perbaikan sehingga Belitong UNESCO Global Geopark memperoleh yellow card. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar pembenahan menjelang revalidasi kedua pada Agustus 2026.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!