ID EN

Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Menteri Olahraga Ungkap Alasannya

Kamis, 12 Maret 2026 | 11:45

Penulis: Arif S

Trofi FIFA World Cup datang ke Jakarta. Antara Foto/Asprilla Dwi Adha
Antara Foto/Asprilla Dwi Adha
Sumber: Trofi FIFA World Cup datang ke Jakarta

Tim nasional Iran dilaporkan memutuskan mundur dari ajang FIFA World Cup 2026. Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali menegaskan keputusan diambil sebagai respons terhadap situasi politik dan keamanan yang memburuk.

"Mengingat rezim korup Amerika Serikat telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apapun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," ujar Doyanmali dikutip dari OneFootball, Rabu 11 Maret 2026.

Menurutnya, selain ketegangan geopolitik, keputusan yang diambil juga didasarkan pertimbangan keamanan bagi skuad Timnas Iran

Ia menyebut kondisi saat ini tidak memungkinkan bagi Timnas Iran untuk berpartisipasi dalam turnamen yang sebagian besar pertandingan grupnya digelar di Amerika Serikat.

Situasi semakin memanas setelah meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut pemerintah Iran sebagai dampak dari konflik dengan Amerika Serikat.

"Orang-orang kami tidak aman, dan secara fundamental, kondisi untuk berpartisipasi tidak ada. Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan kepada Iran," jelas Doyanmali.

Ia menambahkan, Iran telah dipaksa menghadapi dua perang dalam delapan atau sembilan bulan terakhir yang menyebabkan ribuan korban.

"Karena itu, kami tentu tidak dapat memiliki kehadiran semacam itu," tambahnya.

Regulasi FIFA 

Di tengah polemik mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026, regulasi FIFA sebenarnya telah mengatur sanksi tegas bagi tim yang menarik diri dari turnamen.

Berdasarkan aturan resmi FIFA, tim yang mengundurkan diri paling lambat 30 hari sebelum pertandingan pertama dapat dikenakan denda minimal 250.000 franc Swiss, atau sekitar Rp5,4 miliar.

Namun denda finansial bukan satu-satunya konsekuensi yang mungkin dihadapi.

Regulasi tersebut juga membuka peluang bagi FIFA untuk menjatuhkan sanksi disipliner tambahan kepada federasi bersangkutan.

"Sanksi disiplin dapat mencakup pengusiran asosiasi anggota yang bersangkutan dari kompetisi FIFA berikutnya dan/atau penggantian asosiasi anggota yang berpartisipasi dengan asosiasi anggota lain," bunyi peraturan tersebut.

Selain itu, badan Sepak Bola Dunia memiliki kewenangan untuk menunjuk tim pengganti.

"Dewan FIFA atau komite terkait dapat memutuskan, khususnya, untuk mengganti asosiasi anggota yang bersangkutan dengan asosiasi lain."