Piala Dunia 2026: FIFA Tegaskan Iran Tetap Main di Amerika Serikat
Sabtu, 2 Mei 2026 | 08:00
Penulis: Arif S

Sumber: FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan tim nasional Sepak Bola Iran tetap akan memainkan pertandingan mereka di Amerika Serikat pada Piala Dunia FIFA 2026, meski bayang-bayang ketegangan diplomatik menyelimuti turnamen tersebut.
Penegasan itu disampaikan Infantino pada pembukaan Kongres FIFA di Kanada. Delegasi Iran tidak hadir dalam Kongres akibat pembatasan visa dan situasi geopolitik yang memanas. Namun, FIFA tidak bergeser dari sikapnya terkait kepastian partisipasi Iran di wilayah AS.
"Izinkan saya memulai dari awal. Tentu saja Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 2026. Dan tentu saja Iran akan bermain di Amerika Serikat," ujar Infantino dikutip dari The Guardian.
BACA JUGA
FIFA Tegaskan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026, Tolak Skenario Alternatif
Usulan Timnas Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Menuai Kecaman
Nonton Piala Dunia 2026 di Pesawat? Ini Terobosan Singapore Airlines
Ia menekankan keputusan tersebut bukan sekadar teknis, melainkan simbol persatuan dalam Olahraga global.
"Alasan untuk itu sangat sederhana, kita harus bersatu. Ini adalah tanggung jawab saya, tanggung jawab kita bersama," tambahnya.
Ketidakhadiran Iran di forum resmi FIFA memperlihatkan kompleksitas penyelenggaraan turnamen yang digelar Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Situasi ini berkaitan dengan latar belakang hubungan Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), organisasi yang telah dimasukkan dalam daftar teroris pemerintah Kanada sejak 2024.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan kebijakan negaranya terkait larangan masuk bagi pihak yang terafiliasi dengan IRGC.
"Saya dapat memberikan jaminan dan fakta berikut. Seperti yang Anda ketahui, IRGC dan semua anggotanya telah terdaftar sebagai organisasi teroris selama beberapa tahun," ungkap Carney.
"Para anggota dilarang datang. Kami memiliki serangkaian penyaringan, dan kami mengambil tindakan. Tidak ada anggota yang memasuki negara ini."
Di tengah polemik tersebut, Iran sebenarnya telah mencoba meminta agar lokasi pertandingan mereka dipindahkan dari wilayah AS. Namun FIFA menolak permintaan itu dan memastikan jadwal dan venue tetap sesuai rencana awal.
Dari sisi Washington, Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberi sinyal terbuka terhadap kehadiran Timnas Iran, dengan catatan ketat terkait individu yang memiliki keterkaitan dengan IRGC.
Dengan format baru 48 tim yang menuntut mobilitas tinggi lintas negara, keputusan FIFA ini menjadi ujian nyata bagaimana sepak bola internasional menjaga netralitas di tengah tekanan politik global.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!