Power Bank Dianggap Ancaman di Udara, Maskapai Ini Bikin Aturan Ketat
Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:48
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Power bank dulu dianggap penyelamat baterai gawai saat perjalanan panjang. Namun kini, perangkat kecil itu mulai dipandang sebagai “bom waktu” oleh industri penerbangan.
Setelah sejumlah maskapai dunia memperketat aturan, giliran Emirates mengambil langkah serupa.
Maskapai Uni Emirat Arab (UEA), Emirates mengeluarkan peraturan baru kepada penumpang terkait penggunaan power bank. Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya serius mencegah potensi insiden kebakaran di udara.
BACA JUGA
Aturan Ketat Bawa Power Bank di Kereta Api yang Belum Banyak Diketahui
Bawa Power Bank ke Pesawat? Bisa Kok, Asal Tahu Aturannya!
Waspada Saat Terbang! Ini Daftar Maskapai yang Melarang Penggunaan Power Bank di Pesawat
Seperti dikutip dari The National News pada Jumat 3 Oktober 2025, Emirates menjelaskan beberapa syarat yang wajib dipatuhi penumpang.
Hanya Satu Power Bank, dan Tak Boleh Digunakan
Aturan pertama cukup ketat, penumpang Emirates diperbolehkan membawa satu powerbank saja.
Powerbank tidak boleh digunakan untuk mengisi daya perangkat pribadi apa pun di dalam pesawat.
Artinya, meskipun dibawa, power bank itu harus “nganggur” sepanjang penerbangan.
Penumpang juga tidak boleh mengisi daya power bank menggunakan catu daya pesawat.
Powerbank tidak boleh diletakkan di kompartemen bagasi di atas kepala.
Powerbank harus diletakkan di saku kursi atau di dalam tas di bawah kursi penumpang.
Banyak penumpang mungkin bertanya, kenapa serumit ini?
Jawabannya: Keselamatan.
Menurut Emirates pihaknya melakukan perubahan ini untuk mengurangi risiko insiden yang melibatkan power bank dalam penerbangannya.
Semakin banyak penumpang membawa power bank, semakin tinggi pula potensi masalah baterai di seluruh industri penerbangan.
Power bank bekerja dengan baterai lithium-ion, jenis baterai yang bisa memanas, meledak, atau terbakar jika rusak atau mengalami overcharge. Inilah yang menjadi momok di ketinggian 30.000 kaki.
Tidak Semua Power Bank Aman
Beberapa perangkat modern memang punya fitur keamanan. Tapi Emirates menilai itu belum cukup.
“Meskipun banyak perangkat modern memiliki fitur keamanan bawaan untuk mencegah pengisian daya berlebih, hal ini tidak berlaku untuk semua power bank, terutama model yang lebih murah atau standar.
Inilah alasan pentingnya lokasi penyimpanan. Emirates ingin power bank tetap berada di tempat yang mudah dijangkau, bukan tersembunyi di bagasi kabin.
“Inilah sebabnya mengapa power bank harus disimpan di lokasi yang mudah diakses di kabin. Jika terjadi kesalahan, awak kabin dapat bertindak cepat.”
Dengan kata lain keselamatan bergantung pada kecepatan respons.
Jika power bank terbakar di bagasi atas kepala, api bisa menyebar sebelum awak kabin menyadari.
Tapi jika ada di kursi, mereka bisa menanganinya dalam hitungan detik.
Emirates Bukan yang Pertama
Sebelumnya, sudah ada maskapai lain yang membatasi power bank, seperti Singapore Airlines, Cathay Pacific, Korean Air dan China Airlines
Namun Emirates menjadi maskapai pertama di UEA yang melakukan kebijakan pembatasan powerbank.
Maskapai besar lain di UEA seperti Etihad Airways, FlyDubai, dan Air Arabia masih memperbolehkan penumpang membawa dan mengisi daya power bank di pesawat.
Artinya, Emirates memilih mengambil langkah lebih tegas daripada kompetitornya, meski itu membuat sebagian penumpang tidak nyaman.
Sebuah Sinyal untuk Industri Penerbangan
Keputusan ini menunjukkan bahwa isu baterai lithium-ion sedang menjadi perhatian besar di dunia penerbangan.
Dalam beberapa tahun terakhir, sudah tercatat sejumlah insiden kebakaran di kabin yang dipicu gadget atau power bank.
Jika satu insiden terjadi di udara, risikonya jauh lebih besar dibanding di darat.
Emirates tampaknya tidak ingin menunggu sampai kecelakaan besar terjadi. Mereka memilih bersikap preventif.
Jika tren ini terus meningkat, bisa jadi aturan Emirates akan menjadi standar global dalam waktu dekat.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!