Maroko Tahan Gempuran Brasil, Laga Grup C Piala Dunia 2026 Berakhir Imbang
Minggu, 14 Juni 2026 | 07:55
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: AntaraNews
Tim nasional Brasil gagal meraih kemenangan pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Maroko dengan skor 1-1 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Minggu, 14 Juni 2026.
Hasil tersebut membuat Brasil dan Maroko sama-sama mengantongi satu poin dalam persaingan awal Grup C yang diprediksi berlangsung ketat hingga pertandingan terakhir.
Maroko tampil percaya diri sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Mohamed Ouahbi mampu mengontrol jalannya pertandingan dan beberapa kali merepotkan lini pertahanan Brasil melalui aksi Brahim Diaz serta Neil El Aynaoui.
BACA JUGA
Qatar Curi Poin Dramatis dari Swiss, Gol Menit Akhir Khoukhi Selamatkan The Maroons
Prediksi Brasil vs Maroko: Selecao Tetap Favorit Meski Atlas Lions Bisa Mengejutkan
Duel Panas Brasil vs Maroko dan Inggris vs Kroasia pada Pekan Pertama Piala Dunia 2026
Tekanan yang terus dilancarkan Atlas Lions akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-25. Ismael Saibari berhasil memecah kebuntuan setelah melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Brasil, Alisson Becker.
Gol tersebut membuat Maroko unggul 1-0 sekaligus menjadi ganjaran atas permainan agresif yang mereka tampilkan sepanjang awal laga.
Tertinggal satu gol membuat Brasil mulai meningkatkan tempo permainan. Tim besutan Carlo Ancelotti tampil lebih menyerang dan berusaha memanfaatkan kecepatan para pemain depan mereka.
Upaya tersebut berbuah manis pada menit ke-32. Vinicius Junior sukses menyamakan kedudukan melalui tendangan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang dan tidak mampu dijangkau kiper Maroko, Yassine Bounou.
Gol itu menjadi catatan spesial bagi penyerang Real Madrid tersebut karena merupakan gol internasional ke-10 dalam penampilannya yang ke-50 bersama tim nasional Brasil.
Setelah gol Vinicius, kedua tim saling melancarkan serangan. Namun tidak ada tambahan gol hingga babak pertama berakhir dan skor 1-1 tetap bertahan.
Memasuki paruh kedua pertandingan, Carlo Ancelotti langsung melakukan perubahan strategi dengan memasukkan Fabinho menggantikan Casemiro serta Danilo untuk menggantikan Roger Ibanez.
Perubahan tersebut membuat Brasil tampil lebih dominan. Selecao terus menguasai bola dan berupaya membongkar pertahanan rapat Maroko yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.
Vinicius kembali menjadi ancaman utama di lini depan Brasil. Namun solidnya pertahanan Maroko yang dikomandoi kapten Achraf Hakimi membuat sejumlah peluang tim Samba gagal berbuah gol.
Untuk menambah daya gedor, Ancelotti kemudian memasukkan Matheus Cunha dan Luiz Henrique. Meski demikian, Maroko tetap mampu menjaga organisasi permainan dan meminimalkan peluang berbahaya dari lawan.
Sementara itu, Maroko baru melakukan pergantian pemain pada menit ke-64 guna menjaga kebugaran tim setelah lebih banyak bertahan menghadapi tekanan Brasil.
Pada 20 menit terakhir, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim sama-sama berupaya mencetak gol kemenangan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.
Kiper Maroko, Yassine Bounou, sempat mendapat perawatan setelah mengalami masalah pada bahunya. Meski demikian, penjaga gawang andalan Atlas Lions itu mampu melanjutkan pertandingan dan tetap tampil solid di bawah mistar.
Brasil terus menggempur pertahanan lawan hingga masa injury time. Namun berbagai serangan yang dibangun Vinicius dan rekan-rekannya belum mampu menghasilkan gol tambahan.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-1 tidak berubah. Hasil ini memaksa Brasil dan Maroko berbagi poin pada laga pembuka Grup C sekaligus membuat persaingan menuju babak berikutnya masih terbuka lebar bagi kedua tim.











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!