ID EN

Grup I Piala Dunia 2026: Prancis dan Norwegia Dijagokan, Senegal dan Irak Pengganggu

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:30

Penulis: Arif S

Penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappe
Penyerang Timnas Prancis Kylian Mbappe merayakan golnya ke gawang Brasil.
Sumber: Antara/x.com/FrenchTeam

Grup I Piala Dunia 2026 disebut sebagai salah satu grup paling kompetitif di turnamen tahun ini. Dihuni Prancis, Norwegia, Senegal, dan Irak, grup ini bahkan memiliki rata-rata peringkat FIFA tertinggi dibanding grup lainnya, sehingga dilabeli "grup neraka".

Di atas kertas, Prancis masih menjadi favorit utama untuk menjadi juara grup. Les Bleus datang ke Amerika Utara dengan status finalis dua edisi Piala Dunia terakhir dan tetap dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia 2026.

Kekuatan Prancis masih bertumpu pada kapten mereka, Kylian Mbappe, didukung sederet pemain kelas dunia seperti Ousmane Dembele dan Michael Olise. Modal mereka menuju turnamen juga cukup positif setelah meraih tiga kemenangan dari empat laga uji coba.

Satu-satunya noda dalam persiapan Prancis saat kalah 1-2 dari Pantai Gading pada 5 Juni. Namun secara keseluruhan, performa skuad asuhan Didier Deschamps tetap menunjukkan kualitas sebagai favorit juara.

Jika Prancis dijagokan menjadi juara grup, Norwegia diprediksi menjadi pesaing terkuat untuk mendampingi Les Les Blues ke fase gugur. Kebangkitan Landslaget dalam beberapa tahun terakhir menempatkan mereka sebagai salah satu kuda hitam paling berbahaya di Piala Dunia 2026.

Erling Haaland menjadi pusat perhatian setelah tampil luar biasa pada fase kualifikasi zona Eropa. Penyerang Manchester City itu mencetak 16 gol dan membawa Norwegia menyapu bersih delapan kemenangan dalam grup yang juga dihuni Italia.

Produktivitas Norwegia menjadi ancaman nyata bagi lawan-lawannya. Mereka mencetak 37 gol selama kualifikasi, jumlah terbanyak di antara seluruh negara Eropa, dengan rata-rata 4,6 gol per pertandingan.

Bukan hanya Haaland yang menjadikan Norwegia tim menakutkan. Martin Odegaard menjadi otak permainan di lini tengah, sementara Alexander Sorloth, Jorgen Strand Larsen, dan Thelo Aasgaard sangat berbahaya saat menyerang.

Meski demikian, perjalanan Norwegia menuju Piala Dunia tidak sepenuhnya mulus. Dalam empat laga pemanasan, mereka kalah dari Belanda, bermain imbang melawan Maroko dan Swiss, sebelum akhirnya bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Swedia.

Di sisi lain, Senegal bertekad membuktikan, wakil Afrika tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim berjuluk The Lions of Teranga masih mengandalkan pengalaman dan ketajaman Sadio Mane sebagai motor serangan utama.

Hasil dua kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan dalam laga persahabatan menunjukkan Senegal memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan tiket fase gugur. 

Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, mereka berpotensi menjadi pengganggu dominasi Prancis dan Norwegia.

Ancaman lain datang dari Irak yang menempuh jalur paling panjang menuju putaran final. Mereka harus menjalani 21 pertandingan kualifikasi sebelum memastikan tiket ke Amerika Utara.

Aymen Hussein menjadi sosok penting dalam perjalanan tersebut. Striker andalan Irak itu mencetak delapan gol sepanjang kualifikasi dan menjadi penentu kemenangan atas Bolivia pada playoff antarbenua yang memastikan negaranya kembali ke Piala Dunia setelah penantian 40 tahun.

Selain Hussein, Irak juga memiliki gelandang kreatif Zidane Iqbal yang pernah menimba pengalaman bersama Manchester United. Kehadiran pemain berpengalaman membuat Irak memiliki kapasitas untuk menciptakan kejutan.

Faktor lainnya adalah sosok pelatih Graham Arnold. Pelatih asal Australia itu memiliki rekam jejak membawa Australia lolos ke fase gugur Piala Dunia 2022 dan kini diharapkan mampu mengulang kesuksesan serupa bersama Irak.



Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!