ID EN

Waspada Saat Terbang! Ini Daftar Maskapai yang Melarang Penggunaan Power Bank di Pesawat

Rabu, 8 Oktober 2025 | 20:56

Penulis: Arif S

Maskapai Penerbangan.
Sejumlah maskapai melarang penggunaan power bank selama penerbangan.
Sumber: Antara

Bagi banyak orang, power bank sudah seperti “nyawa kedua” gadget. Barang kecil ini selalu masuk ke tas saat bepergian, apalagi bagi mereka yang sering berpindah kota atau bekerja sambil jalan. 

Namun, siapa sangka benda penyelamat baterai ini juga bisa berubah menjadi sumber bahaya di udara?

Ini karena power bank umumnya menggunakan baterai lithium-ion, yang sangat sensitif terhadap panas dan tekanan. 

Jika rusak, salah pakai, atau sudah menua, baterai ini bisa memicu percikan api hingga ledakan kecil. 

Di udara, risikonya tentu jauh lebih besar karena lingkungan pesawat yang tertutup dan bertekanan tinggi.

Menurut data Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, lebih dari 500 insiden terkait baterai lithium telah terjadi dalam dua dekade terakhir. 

Insiden tersebut mencakup asap, api, hingga suhu ekstrem yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Karena alasan itu, sejumlah maskapai kini memperketat aturan bahkan melarang penggunaan power bank selama penerbangan.

Berikut daftarnya, seperti dikutip dari laman masing-masing maskapai:

1. AirAsia

Penumpang hanya diperbolehkan membawa power bank dengan kapasitas maksimal 100 watt-jam (Wh) atau sekitar 20.000 mAh. 

Kebijakan ini dibuat untuk meningkatkan keamanan penerbangan dan mencegah risiko insiden akibat baterai lithium.

2. Thai Airways

Mulai 15 Maret, Thai Airways melarang penggunaan dan pengisian daya power bank di dalam pesawat. 

Aturan ini diterapkan setelah beberapa insiden kebakaran yang diduga berasal dari perangkat pengisi daya portabel di maskapai internasional.

3. Maskapai Korea Selatan

Otoritas penerbangan Korea Selatan kini melarang penumpang menyimpan power bank di kabin atas. 

Perangkat ini hanya boleh diletakkan di saku kursi atau di bawah kursi, dan dilarang digunakan untuk mengisi daya perangkat selama penerbangan.

4. Singapore Airlines

Singapore Airlines secara tegas melarang pengisian daya perangkat menggunakan power bank maupun port USB pesawat. 

Kebijakan ini diberlakukan untuk menghindari potensi panas berlebih di udara.

5. EVA Air

Maskapai asal Jepang ini juga melarang penggunaan charger portable di udara. 

Power bank dan baterai lithium cadangan tidak boleh dimasukkan ke bagasi terdaftar dan wajib dibawa di kabin dengan penyimpanan yang aman untuk mencegah tekanan atau kerusakan.

6. Hong Kong Airlines

Setelah insiden kebakaran di penerbangan dari Hangzhou, Hong Kong Airlines menetapkan larangan penggunaan power bank selama penerbangan sejak 7 April.

7. Emirates

Efektif mulai 1 Oktober 2025, Emirates melarang penggunaan power bank dalam penerbangan. 

Power bank masih boleh dibawa ke dalam kabin, tetapi tidak boleh digunakan untuk mengisi daya ponsel atau mengisi ulang baterai power bank itu sendiri.

Meski terlihat merepotkan, semua aturan ini dibuat untuk keselamatan bersama. 

Jadi, sebelum berangkat, pastikan power bank kamu tidak melebihi batas kapasitas dan simpan dengan benar di tas kabin.***