ID EN

Grup J Piala Dunia 2026: Argentina Dijagokan, Austria dan Aljazair Potensi Ancaman 

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Penulis: Arif S

Skuad Aljazair
Skuad Aljazair saat menghadapi Belanda pada pertandingan persahabatan di Stadion De Kuip, Rotterdam.
Sumber: Antara/x.com/Algeria_FC

Status juara bertahan menjadikan Argentina sebagai unggulan utama di Grup J Piala Dunia 2026. Namun, jalan La Albiceleste menuju fase gugur diprediksi tidak akan mudah karena Aljazair, Austria, dan Yordania datang dengan ambisi besar untuk menciptakan kejutan.

Argentina memasuki turnamen di Amerika Utara dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjadi tim terbaik pada kualifikasi zona CONMEBOL. Tim asuhan Lionel Scaloni finis di puncak klasemen dengan koleksi 38 poin dari 18 pertandingan, hasil 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan.

Performa impresif itu berlanjut pada masa persiapan menuju putaran final. Julian Alvarez dan rekan-rekannya mencatat dua kemenangan meyakinkan, menundukkan Honduras 2-0 dan Islandia 3-0.

Selain menyandang status juara bertahan, Argentina juga memiliki kenangan manis saat bermain di kawasan Amerika Utara. Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, Diego Armando Maradona membawa negaranya meraih gelar juara dunia.

Lionel Scaloni kembali mengandalkan fondasi skuad yang membawa Argentina berjaya dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah mistar berdiri Emiliano Martinez, sementara lini belakang diperkuat Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, dan Nicolas Tagliafico.

Di lini tengah, Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul, dan Enzo Fernandez menjadi motor permainan. Sementara itu, Lionel Messi masih dipercaya memimpin lini serang bersama Lautaro Martinez dan Thiago Almada.

Meski menjadi favorit, Argentina tidak boleh lengah terhadap ancaman Aljazair. Tim asuhan Vladimir Petkovic menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Aljazair bahkan mencuri perhatian setelah meraih kemenangan mengejutkan 1-0 atas Belanda di Rotterdam. Tak berhenti di situ, mereka juga menghancurkan Bolivia dengan skor telak 4-0 dan menahan Uruguay tanpa gol.

Konsistensi tersebut menjadi kelanjutan dari performa impresif mereka di kualifikasi zona Afrika. Aljazair keluar sebagai juara Grup G dengan raihan 25 poin dari 10 pertandingan, berkat delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan.

Riyad Mahrez masih menjadi sosok sentral dalam permainan Aljazair. Bersama Fares Chaibi, Ibrahim Maza, dan Amine Gouiri, mereka memiliki lini serang berbahaya.

Ancaman lain datang dari Austria yang kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang selama 28 tahun. Das Team memastikan tiket ke Amerika Utara setelah memuncaki Grup H Kualifikasi zona Eropa.

Austria sukses mengungguli Bosnia-Herzegovina, Rumania, Siprus, dan San Marino untuk mengakhiri puasa tampil di putaran final sejak Piala Dunia 1998 di Prancis.

Meski memiliki tradisi sepak bola kuat, Austria membawa misi besar untuk memperbaiki catatan mereka di Piala Dunia. Dalam lima penampilan terakhir, Austria selalu gagal melewati fase grup.

Padahal, negara tersebut pernah menikmati masa kejayaan dengan finis peringkat keempat pada Piala Dunia 1934 dan merebut posisi ketiga pada edisi 1954. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Austria untuk kembali menunjukkan kapasitas mereka di level tertinggi.

Sementara itu, Yordania sebagai pendatang baru berpotensi menjadi kuda hitam. Negara Timur Tengah tersebut akan menjalani Debut bersejarah di putaran final Piala Dunia.

Keberhasilan lolos ke Amerika Serikat menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Yordania. Mereka tampil impresif sepanjang kualifikasi, mulai dari menjadi juara Grup G pada putaran kedua hingga finis sebagai runner-up Grup B di putaran ketiga di bawah Korea Selatan.

Dalam perjalanan menuju putaran final, Yordania mengungguli Irak, Oman, Palestina, dan Kuwait. Prestasi itu semakin istimewa karena mereka menyingkirkan sejumlah negara yang memiliki pengalaman tampil di Piala Dunia.

Kepercayaan diri Yordania juga semakin meningkat setelah sukses menjadi runner-up Piala Asia 2023. Dalam turnamen tersebut, mereka menyingkirkan Irak dan Korea Selatan sebelum akhirnya kalah dari Qatar di partai final.***

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!