ID EN

Ujian Awal Favorit Juara Piala Dunia 2026: Prancis Hadapi Senegal, Argentina Ditantang Aljazair

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:46

Penulis: Rojes Saragih

Sentul, Bogor – Peta persaingan Piala Dunia 2026 mulai menjadi bahan perbincangan hangat menjelang laga-laga pembuka fase grup. Dalam Podcast ITSMe yang digelar di Studio ITSMe, Sentul, Bogor, Senin (15/6/2026), dua pengamat sepak bola senior Indonesia, Ronny Pangemanan dan Sapto Haryo Rajasa, mengulas peluang tim-tim unggulan yang diprediksi akan berbicara banyak dalam turnamen terbesar Sepak Bola Dunia tersebut.

Diskusi yang dipandu oleh host Raisha dan Gilang Respaty itu menyoroti dua raksasa Sepak Bola Dunia, Prancis dan Argentina, yang sama-sama mengawali perjalanan mereka dengan menghadapi wakil Afrika, Senegal dan Aljazair.

Prancis dan Trauma Masa Lalu Kontra Senegal
Prancis datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat terkuat juara dunia. Les Bleus memiliki kedalaman skuad yang sangat merata di semua lini.

Kehadiran pemain-pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, Aurelien Tchouameni, William Saliba, hingga Ibrahima Konate membuat skuad asuhan Didier Deschamps dinilai memiliki kombinasi ideal antara kualitas individu, pengalaman, dan fleksibilitas taktik.

Namun, laga pembuka Grup I melawan Senegal menghadirkan cerita yang jauh lebih dalam daripada sekadar pertemuan dua tim kuat. Senegal merupakan bekas koloni Prancis yang meraih kemerdekaan pada 4 April 1960. Ikatan sejarah itu masih terasa hingga kini karena banyak pemain Senegal memiliki hubungan erat dengan Prancis. Bahkan sejumlah pemain Lion Teranga lahir dan berkembang dalam sistem sepak bola Prancis.

Yang lebih membekas adalah kenangan Piala Dunia 2002. Saat menjalani debut di putaran final Piala Dunia, Senegal secara mengejutkan mengalahkan juara bertahan Prancis 1-0 melalui gol Papa Bouba Diop. Kekalahan itu menjadi awal kegagalan Prancis mempertahankan gelar dan hingga kini masih dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.

Menurut Ronny Pangemanan dan Sapto Haryo Rajasa, peluang terulangnya kejutan serupa tetap ada, namun kondisinya berbeda dibanding 24 tahun lalu. Senegal memang berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Afrika dengan organisasi permainan yang solid, fisik kuat, serta transisi menyerang yang cepat. Tim asuhan Pape Thiaw bahkan datang ke Amerika Serikat dengan kepercayaan diri tinggi dan skuad yang sebagian besar berkarier di kompetisi elite Eropa.

Meski demikian, secara keseluruhan kualitas dan kedalaman skuad Prancis masih dinilai berada satu tingkat di atas lawannya. Karena itu, para narasumber memproyeksikan Prancis tetap memiliki peluang lebih besar untuk mengawali turnamen dengan kemenangan, meski tidak akan mudah menghadapi perlawanan Senegal.

Argentina dan Misi Mempertahankan Mahkota
Di Grup J, juara bertahan Argentina akan memulai upaya mempertahankan gelar saat menghadapi Aljazair. Albiceleste masih menjadi salah satu favorit utama juara berkat kombinasi pemain senior dan generasi baru yang terus berkembang.

Lionel Messi yang menjalani Piala Dunia keenamnya tetap menjadi pusat permainan, didukung Lautaro Martinez, Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, serta sejumlah pemain muda yang mulai mendapatkan peran penting.

Dalam diskusi podcast, para pengamat menilai salah satu kekuatan terbesar Argentina saat ini adalah kesinambungan proyek yang dibangun Lionel Scaloni sejak menjuarai Copa America dan Piala Dunia 2022. Berbeda dengan banyak negara besar yang mengalami pergantian generasi secara drastis, Argentina berhasil menjaga stabilitas tim sekaligus memberikan ruang bagi pemain-pemain muda.

Menariknya, Scaloni sendiri mengingatkan para pemainnya untuk tidak meremehkan Aljazair. Pengalaman kalah 1-2 dari Arab Saudi pada laga pembuka Piala Dunia 2022 menjadi pelajaran penting bahwa status favorit tidak menjamin kemenangan. Menurut Scaloni, setiap pertandingan fase grup harus diperlakukan layaknya laga hidup-mati.

Aljazair kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen dalam dua edisi terakhir. Di bawah pelatih Vladimir Petkovic, Desert Foxes datang dengan kepercayaan diri tinggi sambil mengandalkan perpaduan pengalaman Riyad Mahrez dan energi pemain-pemain muda berbakat. Mereka tergabung di Grup J bersama Argentina, Austria, dan Yordania.

Meski di atas kertas Argentina lebih unggul, para pengamat meyakini Aljazair tetap memiliki kapasitas untuk menyulitkan sang juara bertahan, terutama jika Argentina gagal menemukan ritme permainan terbaiknya sejak menit awal.

Ujian Mental Para Favorit
Diskusi dalam Podcast ITSMe menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 bukan hanya soal kualitas individu atau nama besar. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan menjadi ujian kedalaman skuad, konsistensi performa, dan kekuatan mental seluruh kontestan.

Prancis harus membuktikan bahwa trauma 2002 hanyalah bagian dari sejarah, sementara Argentina berupaya menunjukkan bahwa status juara bertahan tidak membuat mereka kehilangan rasa lapar untuk menang. Di sisi lain, Senegal dan Aljazair datang membawa semangat untuk membuktikan bahwa Sepak Bola Afrika semakin mampu bersaing dengan kekuatan tradisional dunia.

Karena itulah duel Prancis versus Senegal di Grup I serta Argentina melawan Aljazair di Grup J diperkirakan menjadi dua pertandingan pembuka paling menarik dalam fase grup Piala Dunia 2026. Hasil dari laga-laga tersebut bisa menjadi petunjuk awal tentang siapa yang benar-benar siap melangkah jauh menuju tangga juara.