Rumah Pengasingan Bung Karno Diusulkan Punya Kedai Kopi, Strategi Tarik Generasi Muda
Kamis, 26 Februari 2026 | 11:32
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Anggi Mayasari
Di Bengkulu, berdiri Rumah Pengasingan Bung Karno, rumah kayu sederhana tempat Soekarno menghabiskan tahun-tahun pengasingannya. Kini, ruang sejarah itu diharapkan menjadi destinasi yang lebih hidup, dengan aroma kopi dan derap langkah pembaca muda di antara rak buku.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengusulkan pembangunan kedai kopi dan perpustakaan mini di kawasan tersebut. Gagasannya sederhana namun strategis, menghadirkan ruang temu antara sejarah dan generasi masa kini.
"Kita berada di Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu. Bung Karno diasingkan oleh penjajah Belanda pada tahun 1938 sampai 1942 hingga masuknya Jepang. Saya kira ini bisa dijadikan pusat informasi, belajar, rekreasi, edukasi dan budaya," ujar Menbud di Kota Bengkulu, Rabu.
BACA JUGA
Tinjau Benteng Marlborough, Fadli Zon Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata Sejarah Bengkulu
Keraton Sumedang Larang, Hidden Gem Wisata Budaya Sunda di Jawa Barat
Candi Perwara Dipugar, Plaosan Siap Jadi Magnet Wisata Baru
Rumah ini bukan sekadar bangunan kolonial berlantai kayu. Pada 1938-1942, tempat ini menjadi saksi perenungan, penulisan, dan konsolidasi gagasan kebangsaan Soekarno sebelum Indonesia merdeka.
Dalam lanskap Pariwisata sejarah, ia menyimpan narasi intim tentang seorang pemimpin yang ditempa dalam kesunyian.
Namun salah satu tantangan destinasi sejarah adalah bagaimana membuatnya tetap relevan tanpa menggerus makna?
Dalam konteks ini, kedai kopi dan perpustakaan diusulkan sebagai jembatan pengalaman. Bukan sekadar tempat bersantai, melainkan ruang refleksi, di mana pengunjung dapat membaca arsip, menelusuri kisah pengasingan, sembari menikmati kopi khas Bengkulu.
Fadli juga menyinggung pentingnya nilai apresiasi terhadap Warisan Budaya, termasuk melalui penyesuaian harga tiket masuk yang saat ini Rp5 ribu per orang.
"Menurut saya ini harganya bisa dinaikkan, jadi menurut saya perlu ada penghargaan juga menarik orang ke sini bisa minum kopi Bengkulu dan makanan khas yang sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Bengkulu," katanya.
Saat ini, jumlah Kunjungan Wisatawan berkisar 1.500 - 3.000 orang per bulan. Angka yang stabil, namun masih menyimpan potensi besar.
Dengan sentuhan kuratorial lebih interaktif, rumah pengasingan ini berpeluang menjadi simpul baru Wisata Sejarah di Sumatra.
Lebih dari sekadar destinasi, tempat ini dapat menjelma ruang dialog lintas generasi. Sebuah halaman tempat masa lalu dan masa depan bertemu, di bawah bayang-bayang pepohonan tropis dan jejak langkah Bung Karno.
"Kita berharap semakin banyak terutama Generasi Muda yang datang ke Bengkulu khususnya ke rumah pengasingan Bung Karno yang ditata secara apik oleh museum dan Cagar Budaya dari Kementerian Kebudayaan," harapnya.(Antara)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!