ID EN

Keraton Sumedang Larang, Hidden Gem Wisata Budaya Sunda di Jawa Barat

Senin, 19 Januari 2026 | 09:43

Penulis: Respaty Gilang

Keraton Sumedang Larang
Keraton Sumedang Tandang salah satu destinasi wisata budaya utama di Sumedang.
Sumber: Instagram @sumedang.tandang

Sumedang selama ini kerap hanya dilewati para pelancong yang melintas jalur Bandung–Cirebon. Padahal, daerah di timur Jawa Barat ini menyimpan potensi besar sebagai Destinasi Wisata budaya yang kaya sejarah dan sarat pengalaman autentik. Hal inilah yang disoroti Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat melakukan kunjungan ke Sumedang, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut Fadli, Sumedang memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi destinasi unggulan berbasis budaya Sunda, dengan Keraton Sumedang Larang sebagai poros utamanya.

"Sumedang sangat berpotensi untuk menjadi pusat kebudayaan Sunda. Nantinya, Sumedang ini jangan jadi tempat persinggahan saja, tapi harus benar-benar menjadi destinasi utama," katanya.

Bagi traveler yang mencari pengalaman lebih dari sekadar foto dan kuliner, Sumedang menawarkan paket lengkap. Mulai dari Wisata Budaya dan sejarah, wisata alam dengan lanskap perbukitan khas Priangan Timur, hingga Wisata Religi dan kuliner lokal yang masih terjaga keasliannya.

"Bisa jadi destinasi budaya, destinasi sejarah, wisata alam, wisata religi, Wisata Kuliner dan lainnya. Jika wilayahnya berkembang, tentu ini juga akan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Sumedang," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian.

Salah satu magnet utama yang menjadi sorotan adalah Keraton Sumedang Larang. Fadli menilai kawasan ini punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai episentrum pemajuan budaya Sunda, bukan hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga ruang hidup bagi aktivitas budaya.

"Karena wilayah keraton atau kesultanan adalah salah satu tempat untuk merawat, melindungi, dan memajukan kebudayaan," katanya.

Dalam konteks pariwisata kekinian, keraton tidak lagi sekadar bangunan tua, melainkan bisa menjadi ruang edukasi, pusat pertunjukan seni, hingga destinasi wisata berbasis cerita (storytelling tourism) yang digemari Generasi Muda. Konsep ini sejalan dengan tren traveler yang kini mencari pengalaman bermakna dan berkelanjutan.

Fadli juga menekankan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan budaya, dengan melibatkan generasi muda sebagai agen utama pemajuan kebudayaan.

"Hal yang kita harapkan adalah keberlanjutan dalam ekosistem budaya, terutama terkait kemajuan budaya Sunda," kata Fadli, yang selama berada di Sumedang turut meninjau Museum Pusaka, Bale Seni, Gedung Gamelan, serta Gedung Nagara Sumedang.

Dari sisi pengelola, Keraton Sumedang Larang menyatakan kesiapan untuk mendukung langkah tersebut. Sri Radya Keraton Sumedang Larang, H.R.I Lukman Soemadisoeria, menegaskan komitmennya dalam menjaga aset budaya sekaligus membuka ruang revitalisasi.

"Kami berharap revitalisasi keraton-keraton Nusantara, terutama Keraton Sumedang Larang, dapat dilakukan secepatnya," katanya.

Saat ini, Keraton Sumedang Larang difungsikan sebagai Museum Prabu Geusan Ulun. Di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang Kerajaan Sumedang Larang, seperti Mahkota Binokasih, singgasana raja, senjata pusaka, naskah kuno, alat musik gamelan, hingga kereta kencana kerajaan.

Bagi traveler yang ingin menjelajah Jawa Barat dari sisi yang berbeda, Sumedang menawarkan pengalaman wisata yang tidak sekadar indah, tetapi juga kaya makna. Sebuah destinasi yang cocok untuk pelancong muda yang ingin mengenal budaya lokal sambil menapaki jejak sejarah Nusantara.