ID EN

Tinjau Benteng Marlborough, Fadli Zon Dorong Penguatan Ekosistem Pariwisata Sejarah Bengkulu

Kamis, 26 Februari 2026 | 15:28

Penulis: Arif S

Menteri Kebudayaan Fadli Zon
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau Benteng Marlborough di Bengkulu.
Sumber: itsme/Kemenbud

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau langsung Benteng Marlborough di Bengkulu. Kunjungan kerja ke Provinsi Bengkulu ini menjadi penegasan aktivasi budaya sebagai fondasi penguatan ekosistem pariwisata sejarah.

Peninjauan ini bertujuan melihat langsung kondisi aset cagar budaya nasional sekaligus mendorong optimalisasi pemanfaatannya sebagai pusat edukasi, kebudayaan, dan Destinasi Wisata sejarah.

Dalam peninjauan tersebut, Fadli mengapresiasi kondisi benteng yang terawat serta nilai historisnya.

Benteng Marlborough dibangun East India Company di bawah kepemimpinan Joseph Collett pada 1714–1719.

Bangunan ini bukan sekadar monumen kolonial, melainkan saksi dinamika geopolitik Inggris dan Belanda di Asia Tenggara.

“Kondisi benteng ini masih sangat terawat dan memiliki pemandangan yang sangat indah menghadap ke laut. Dengan berbagai peristiwa sejarah penting yang dimilikinya, kawasan ini sangat potensial dimanfaatkan sebagai pusat edukasi, pusat budaya, serta ruang aktivasi untuk pameran seni rupa, seni pertunjukan, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya,” ujar Menbud dalam rilis yang diterima itsme.co.id.

Menbud menyoroti posisi strategis Bengkulu dalam sejarah kolonial, pernah menjadi pusat pemerintahan Inggris sebelum berada di bawah kekuasaan Belanda hingga 1940.

Dalam konteks pengembangan pariwisata budaya, Fadli mendorong penyelenggaraan lebih banyak kegiatan dan Festival Budaya yang melibatkan Generasi Muda.

Dengan konektivitas transportasi yang kian membaik dan promosi konsisten, Bengkulu dinilai memiliki peluang menjadi destinasi unggulan nasional.

“Tak hanya event, diperlukan juga promosi yang masif dan terukur guna mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu. Dengan begitu, akan semakin banyak masyarakat yang datang ke sini,” tambahnya.

Tinjauan ke Taman Budaya Provinsi Bengkulu

Menbud Fadli Zon juga meninjau Taman Budaya Provinsi Bengkulu, ruang kreatif yang menjadi simpul seni pertunjukan, musik, teater, hingga seni rupa.

Di kompleks ini, teater tertutup, galeri pameran, gedung musik, dan ruang pertunjukan terbuka berdiri sebagai infrastruktur kebudayaan yang siap diaktifkan.

“Kami melihat potensi besar di sini. Secara fasilitas sudah cukup baik, dan apabila diaktifkan dengan agenda yang terencana serta dukungan semua pihak tentu akan menjadi semakin hidup dan berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.

Menbud juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk menghadirkan fasilitas pendukung seperti coffee shop dan kuliner lokal berbasis Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Pendekatan ini memperkaya pengalaman pengunjung, mengubah ruang budaya menjadi destinasi yang hidup, bukan sekadar ruang pertunjukan.

Taman Budaya Bengkulu secara rutin menggelar pagelaran seni dan pameran sebagai upaya mempromosikan kekayaan lokal.

Dukungan Dana Alokasi Khusus dari Kementerian Kebudayaan setiap tahun menjadi stimulus untuk memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan daerah.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!