ID EN

Hoyak Tabuik Piaman Masuk KEN 2026, Ikon Wisata Kota Pariaman Jadi Magnet Wisata

Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:30

Penulis: Arif S

Pesona Hoyak Tabuik Piaman
Ribuan wisatawan menyaksikan puncak pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman.
Sumber: Antara/Aadiaat MS

Debur ombak pesisir Pariaman akan kembali menjadi saksi perayaan budaya berusia ratusan tahun. Pesona Hoyak Tabuik Piaman dipastikan kembali masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN), kalender resmi pariwisata nasional.

Kegiatan tahunan yang dilaksanakan warga Kota Pariaman, Sumatera Barat ini menandai kembalinya Tabuik ke panggung nasional setelah sempat absen pada 2025. 

Masuknya kembali Hoyak Tabuik Piaman ke dalam KEN menjadi momentum penting, bukan hanya bagi pemerintah daerah, tetapi juga bagi masyarakat yang menjaga tradisi lintas generasi.

"Hal ini sesuai dengan arahan Wali Kota Pariaman Yota Balad dan kerja keras Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman bahwa tahun ini Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman masuk kembali KEN," ujar Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Pariaman, Jumat.

Bagi warga Pariaman, pengakuan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Tabuik telah lama menjadi ikon wisata kota pesisir tersebut, sekaligus penanda identitas budaya. 

Dengan masuknya kembali ke KEN, pelaksanaan Hoyak Tabuik Piaman tahun ini akan dimaksimalkan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun promosi.

Ia mengatakan masuknya kembali Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman ke dalam KEN merupakan kebanggaan bagi warga Pariaman, karena kembali mendapatkan momentum mempromosikan pariwisata daerah ke tingkat nasional.

Tak hanya menjadi peristiwa budaya, Hoyak Tabuik Piaman juga diproyeksikan sebagai penggerak ekonomi lokal. 

Perayaan yang dijadwalkan berlangsung pada 16-28 Juni 2026 diharapkan mendatangkan ribuan wisatawan dan menghidupkan aktivitas masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor jasa pariwisata.

“Insya Allah, tahun ini akan dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya," katanya.

Hoyak Tabuik berakar dari tradisi untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain Bin Ali, yang gugur di Karbala. 

Tradisi ini dilaksanakan setiap awal Muharram, lalu bertransformasi dan beradaptasi dengan budaya lokal Pariaman, menjadikannya sebuah perayaan unik, memadukan nilai spiritual, sejarah, dan ekspresi budaya pesisir.

Kegiatan ini pernah masuk ke dalam KEN pada 2024, namun pada 2025 gagal bersaing dengan event pariwisata dari daerah lain. 

Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kota Pariaman untuk kembali mengajukan Hoyak Tabuik Piaman agar memperoleh tempat dalam kalender wisata nasional.

"Hoyak Tabuik pada 2024 masuk ke dalam KEN, namun pada 2025 tidak. Nah, untuk 2026 kami upayakan Hoyak Tabuik masuk ke dalam KEN," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman.

Menurut Ferialdi, pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan sebelumnya, menelusuri penyebab tidak masuknya Tabuik dalam KEN 2025, meski potensinya besar dan telah disaksikan langsung Menteri Kebudayaan. 

Perbaikan tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan kembalinya Hoyak Tabuik Piaman ke dalam KEN 2026, sekaligus membuka akses dukungan promosi dan penyelenggaraan dari Kementerian Pariwisata.(Antara)