ID EN

Talao Beach Run, Olahraga Wisata Bangkitkan Pariaman Pasca Bencana

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:00

Penulis: Arif S

Talao Beach Run di Kota Pariaman, Sumbar
Talao Beach Run di Kota Pariaman, Sumbar.
Sumber: Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada Minggu pagi tak hanya menjadi arena olahraga, tetapi juga simbol kebangkitan. Talao Beach Run, ajang Olahraga Wisata menjadi penanda optimisme baru bagi daerah yang sempat terpukul bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Kegiatan ini diinisiasi CV Prodesse Cipta Karya, memanfaatkan lanskap pesisir sebagai ruang bersama, tempat bergerak, alam dinikmati, dan ekonomi lokal kembali berdenyut. 

Di ANTARA derap sepatu lari dan udara laut, Pariwisata Pariaman mulai menemukan momentumnya kembali.

"Kegiatan ini mampu meningkatkan ekonomi masyarakat serta kembali mempromosikan objek wisata sehingga Kota Pariaman kembali ramai dikunjungi wisatawan," ujar Wali Kota Pariaman Yota Balad saat pelaksanaan kegiatan tersebut di Pariaman, Minggu.

Bagi Yota, Talao Beach Run lebih dari sekadar lomba. Ajang ini menjadi medium untuk memperkenalkan Talao Pauh kepada khalayak lebih luas. Pendekatan promosi memadukan pengalaman fisik dengan keindahan alam. 

Ia menegaskan upaya promosi harus terus digencarkan, terutama setelah sektor Pariwisata Pariaman terdampak cukup berat oleh bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat.

"Kita harus bangkit bersama agar ekonomi kita kembali membaik," katanya.

Talao Beach Run diposisikan sebagai pembuka rangkaian Olahraga Wisata di Pariaman. Pemerintah kota berharap kegiatan serupa dapat digelar komunitas maupun pihak lain, memperluas partisipasi sekaligus memperkaya kalender wisata daerah.

Sepanjang 2026, Pemerintah Kota Pariaman berencana menggelar berbagai kegiatan untuk mendatangkan wisatawan. 

Fokusnya tidak hanya pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada dampak ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjadi denyut nadi kawasan pesisir.

Dari sisi teknis, Talao Beach Run 2026 dirancang inklusif. Kategori peserta mencakup pelajar usia 10-15 tahun untuk jarak 5 kilometer, serta kategori umum usia 17 tahun ke atas untuk jarak 5 kilometer dan 10 kilometer. 

Rute lomba mengajak peserta menyusuri lanskap kota dan pesisir, mulai dari Talao Pauh, melintasi simpang-simpang utama, hingga kawasan penangkaran penyu sebelum kembali ke garis finis di tepi pantai.

Lebih luas lagi, Talao Beach Run hanya satu bagian dari upaya besar Pariaman menegaskan identitasnya sebagai Kota Wisata

Pemerintah kota bersama komunitas dan berbagai pemangku kepentingan telah menyusun 43 agenda kegiatan sepanjang 2026, mulai dari seni dan budaya hingga olahraga.

"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di Pariaman mulai dari organisasi perangkat daerah, instansi vertikal, Universitas Sumatera Barat hingga komunitas guna menghimpun kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang 2026 untuk dimasukkan ke dalam kalender 'event'," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi di Pariaman.

Menurutnya, puluhan kegiatan tersebut diyakini mampu menghadirkan arus wisatawan yang berkelanjutan ke kota yang dijuluki Kota Tabuik ini.

Di Talao Pauh, lari menjadi bahasa universal, cara sederhana untuk merayakan alam, memulihkan semangat, dan menautkan kembali manusia dengan ruang yang sempat terluka. 

Talao Beach Run menunjukkan pariwisata tak selalu dimulai dari keramaian, tetapi dari langkah-langkah kecil konsisten.