Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Turun di 2025, Alam Tropisnya Tetap Jadi Magnet Jakarta
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara Foto/Reno Esnir
Di utara Jakarta, gugusan pulau karang Kepulauan Seribu masih membentang tenang. Laut dangkal berwarna pirus, pasir putih halus, dan desa-desa pesisir yang bergerak mengikuti irama angin dan ombak. Namun sepanjang 2025, denyut kunjungan ke kawasan tropis ini sedikit melambat.
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat sepanjang 2025 daerah kepulauan di wilayah Provinsi DKI Jakarta tersebut dikunjungi 398.519 wisatawan.
Menurut Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, jumlah kunjungan ini mengalami penurunan sekitar 3,07 persen dibandingkan tahun 2024 dengan pencapaian 411.161 Kunjungan Wisatawan.
BACA JUGA
Pesona Laut Kepulauan Seribu Tarik Ribuan Wisatawan Saat Libur Isra Mikraj
Transformasi Kepulauan Seribu: Fokus pada Wisata Berkualitas, Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan
Surga Dekat Jakarta, Ini Alasan Pulau Tidung Selalu Jadi Pilihan Liburan Kilat
Meski demikian, penurunan tipis ini belum mencerminkan berkurangnya daya tarik kawasan bahari ini. Ia mengatakan minat wisatawan pada Kepulauan Seribu masih tergolong tinggi.
Mayoritas wisatawan yang berkunjung merupakan Wisatawan Nusantara. Jumlahnya 384.213 orang atau 96,4 persen dari total kunjungan.
“Sementara itu, Wisatawan Mancanegara tercatat sebanyak 14.306 orang atau 3,6 persen," ujarnya di Jakarta, Jumat 9 Januari 2026.
Sebaran kunjungan menunjukkan pola menarik. Wisatawan lebih memilih pulau-pulau berpenghuni yang mudah dijangkau dan kaya interaksi social dengan total sekitar 380.475 kunjungan.
Sementara, kunjungan ke pulau resor sebanyak 13.932 orang, pulau wisata 3.575 orang, dan pulau cagar alam 537 orang.
Pulau Pari menjadi primadona, disusul Pulau Untung Jawa dan Pulau Tidung. Pulau-pulau ini menawarkan kombinasi pantai, budaya pesisir, dan homestay warga.
wisatawan yang mencari ketenangan privat memilih kategori resor seperti Pulau Bidadari, Pulau Putri, dan Pulau Macan masih.
Sonti menjelaskan puncak Kunjungan Wisatawan terjadi pada April 2025 sebanyak 65.153 orang dan 53.098 orang pada Mei. Momentum tersebut berkaitan erat dengan kalender libur nasional.
Sementara, pada semester II, jumlah kunjungan relatif stabil di kisaran 24.000 hingga 39.000 orang per bulan.
Di balik statistik, alam memainkan peran besar. Menurut dia penurunan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2025 dipengaruhi faktor cuaca karena Musim Hujan hampir sepanjang tahun dan kerap disertai gelombang tinggi.
Ke depan, pemerintah daerah melihat data ini sebagai cermin untuk berbenah.
“Kami terus mempromosikan Destinasi Wisata Kepulauan Seribu dan berharap dukungan dari seluruh lintas sektor. Semoga tahun ini jumlah wisatawan dapat meningkat lebih signifikan,” katanya.
Bagi Jakarta, Kepulauan Seribu bukan sekadar destinasi liburan, melainkan ruang bernapas ekologis dan kultural.
Angka kunjungan bisa naik turun, tetapi nilai sebuah kepulauan tetap menjadi daya tarik yang menunggu untuk terus ditemukan kembali.(Antara)











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!