Transformasi Kepulauan Seribu: Fokus pada Wisata Berkualitas, Bukan Sekadar Jumlah Wisatawan
Kamis, 20 November 2025 | 15:35
Penulis: Arif S

Sumber: Antaranews/Fauzi Lamboka
Di utara Jakarta, gugusan Kepulauan Seribu membentang seperti rangkaian mutiara tropis. Setiap pulau menyimpan pesona, pasir putih dihempas ombak tenang, hutan pesisir, hingga terumbu karang yang memerah di bawah sinar matahari. Saat ini Kepulauan Seribu tengah menapaki babak baru dalam pengelolaan pariwisatanya, transformasi dari wisata massal menjadi wisata berkualitas.
Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu menegaskan komitmen mereka untuk membangun quality tourism demi memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat pulau.
"Kami ingin wisatawan yang datang ke Kepulauan Seribu benar-benar meninggalkan uang di sini dan membuat perekonomian di sini bergerak kencang,” ujar Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu Sonti Pangaribuan di Jakarta, Kamis.
BACA JUGA
Pesona Laut Kepulauan Seribu Tarik Ribuan Wisatawan Saat Libur Isra Mikraj
Kunjungan Wisatawan ke Kepulauan Seribu Turun di 2025, Alam Tropisnya Tetap Jadi Magnet Jakarta
Surga Dekat Jakarta, Ini Alasan Pulau Tidung Selalu Jadi Pilihan Liburan Kilat
Selama bertahun-tahun, pendekatan yang diterapkan masih bertumpu pada pariwisata massal. Pendekatan ini hanya menakar kesuksesan dari banyaknya wisatawan.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan jumlah besar tidak selalu berbanding lurus dengan pergerakan ekonomi.
"Mereka tidak spending money di sini. Makanya, kita akan ubah kunjungan wisatawan dari mass tourism menjadi quality tourism," katanya.
Mengembalikan Nilai Eksklusivitas Kepulauan Seribu
Dalam pandangan Sonti, kualitas kunjungan lebih penting daripada kuantitas. Menurutnya, quality tourism tidak fokus pada jumlah wisatawan, tapi lebih pada perputaran uang yang dapat dinikmati masyarakat sekitar.
Banyak fasilitas dasar mulai dari subsidi tiket kapal hingga suplai air bersih yang masih digelontorkan pemerintah demi menarik wisatawan.
“Harusnya yang berlibur ke pulau itu adalah orang berduit yang menghabiskan uang di kepulauan,” katanya.
Data kunjungan memperlihatkan ketimpangan. Dari 400 ribu wisatawan setiap tahunnya, hanya 20 ribu orang yang memilih pulau resort. Sedangkan sebagian besar wisatawan lainnya bergerak di pulau berpenduduk yang fasilitas ekonominya masih terbatas.
Kekayaan Alam dan Budaya Layak Dinikmati Berkelanjutan
Kepulauan Seribu bukan hanya barisan pulau-pulau indah tetapi taman bermain alami bagi mereka yang gemar snorkeling di perairan sebening kristal, menyelam mengikuti ritme ikan, atau sekadar menikmati ketenangan pantai.
Menurut Sonti, Kabupaten Kepulauan Seribu memiliki keindahan mulai dari pesisir pantai, sejarah hingga keindahan alam bawah laut.
Bahkan, kawasan ini disebut berpotensi menjadi destinasi leisure kelas premium, mendukung fokus DKI Jakarta terhadap kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).
“Mereka ini butuh leisure (santai) dan itu hanya ada di Kepulauan Seribu. Dan tentu wisatawan yang berkualitas yang datang ke sini,” pungkasnya.(Antara)










