Rahasia Telaga Sarangan Jadi Magnet Wisata Jawa Timur Sepanjang 2025
Rabu, 7 Januari 2026 | 15:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara
Kabut tipis di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, setiap pagi kini bukan hanya menyambut perahu wisata, tetapi juga arus wisatawan yang kian deras. Sepanjang tahun 2025, destinasi unggulan di lereng Gunung Lawu itu mencatat lonjakan kunjungan.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Magetan mencatat jumlah pengunjung ke Telaga Sarangan di Kecamatan Plaosan, menembus 1.094.668 wisatawan selama tahun 2025.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Magetan Eka Radityo mengatakan, jumlah Kunjungan Wisatawan pada tahun 2025 meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA
Mengenal Tradisi Labuhan Sarangan yang Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Kunjungan Turis Meningkat, Pariwisata Penopang Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi
Target 17,6 Juta Wisman 2026, Pemerintah Perkuat Strategi Konektivitas dan Kualitas Destinasi
"Kalau melihat data setahun penuh, jumlah wisatawan yang datang ke Sarangan justru naik dibandingkan tahun 2024," ujar Eka Radityo di Magetan, Selasa.
Data Disbudpar Magetan menunjukkan destinasi unggulan itu dikunjungi 1.094.668 wisatawan selama tahun 2025 dengan perolehan pendapatan asli daerah (PAD) Rp20,202 miliar.
Jumlah itu naik dibandingkan kunjungan tahun 2024 yang berjumlah 1.080.666 orang dengan capaian PAD Rp20,102 miliar.
Meski capaian 2025 dinilai positif karena terjadi peningkatan, namun Disbudpar Magetan belum memenuhi target PAD yang ditetapkan.
Hal itu karena target PAD sektor wisata Sarangan 2025 tergolong tinggi, Rp21,2 miliar. Untuk tahun 2026, target naik menjadi Rp23,4 miliar.
Eka menjelaskan kondisi perkembangan ekonomi masyarakat, daya beli, hingga faktor cuaca turut mempengaruhi dinamika kunjungan wisata. Hal itu tidak hanya di Magetan tetapi juga di berbagai daerah lain.
Alih-alih mendorong persaingan destinasi, Magetan kini memilih pendekatan baru, kolaborasi regional. Pariwisata tidak lagi dipandang sebagai perlombaan jumlah kunjungan, melainkan sebagai ekosistem lintas wilayah.
Eka menambahkan, pengelolaan pariwisata daerah untuk mendongkrak tingkat kunjungan, saat ini tidak lagi mengedepankan persaingan antar-wilayah, melainkan kolaborasi.
"Saat ini, daerah wisata idealnya saling bersanding, bukan bersaing. Paket wisata antar-wilayah harus saling menguatkan," katanya.
Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemda sekitar Magetan, seperti Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Ponorogo guna pengembangan sektor pariwisata terintegrasi dan menarik minat.
Momentum lonjakan wisata juga terasa kuat pada musim Liburan. Selama periode libur Natal dan Tahun Baru, Telaga Sarangan kembali menjadi magnet utama wisatawan.
Sementara, selama libur Natal dan tahun baru periode 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, kunjungan wisata ke Sarangan mencapai 117.447 pengunjung.
Adapun puncak kunjungan wisatawan (peak season) di Sarangan biasanya terjadi saat libur Lebaran dan akhir tahun atau libur Natal dan tahun baru.***











Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!