ID EN

Target 17,6 Juta Wisman 2026, Pemerintah Perkuat Strategi Konektivitas dan Kualitas Destinasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:56

Penulis: Arif S

Kunjungan wisatawan ke Bali
Arsip - Kunjungan wisatawan ke Bali.
Sumber: Kemenpar

Pemerintah menargetkan 16 juta - 17,6 juta kunjungan Wisatawan Mancanegara (wisman) dan 1,18 miliar perjalanan Wisatawan Nusantara (wisnus) pada 2026. Upaya pencapaian target tersebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, pengembangan event, serta promosi yang lebih terarah dan berbasis pasar. 

Pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem Pariwisata, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, Pariwisata Indonesia diharapkan terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat yang semakin luas, dan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru tanah air,” ujar Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam Laporan Bulanan Kemenpar di Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Kunjungan wisman sepanjang Januari - Desember 2025 tercatat 15,39 juta kunjungan dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan (average spending per arrival/ASPA) sebesar 1.267 dolar AS. Capaian ini melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.

Sepanjang 2025, perjalanan wisnus secara kumulatif mencapai 1,2 miliar perjalanan, melampaui target RKP sebesar 1,08 miliar perjalanan dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan. 

Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat 9,17 juta perjalanan sepanjang periode yang sama.

Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisnas menghasilkan surplus kunjungan 6,22 juta sepanjang 2025. Angka ini tumbuh 25,93% dibandingkan surplus pada tahun 2024. 

“Pertumbuhan surplus ini mengindikasikan penguatan net devisa pariwisata dan kontribusi positif sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.

Menpar mengatakan pariwisata menggerakkan ekonomi melalui empat lapangan usaha utama dengan penyediaan akomodasi dan makan minum sebagai tulang punggung aktivitas wisata. 

Pada tahun 2025, lapangan usaha ini mencatatkan pertumbuhan 7,41 persen dan memberikan kontribusi 0,24 persen dari total pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11 persen.

Selain sebagai penggerak ekonomi, sektor pariwisata juga menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia

Pariwisata turut menggerakkan lapangan kerja di sektor pendukung seperti UMKM, penyelenggara event, kebersihan, keamanan, pemasaran, hingga layanan digital.

Berdasarkan data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 sektor pariwisata menyerap sekitar 25,91 juta tenaga kerja, meningkat 3,64 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 25,01 juta tenaga kerja.

“Angka ini mencerminkan bahwa pertumbuhan pariwisata secara langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan inklusif bagi masyarakat,” pungkas Menpar.