Sunrise di Candi Borobudur Jadi Magnet Awal Tahun, Jumlah Pengunjung Lampaui Target
Kamis, 1 Januari 2026 | 16:30
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Heru Suyitno
Pada 1 Januari 2026, jumlah wisatawan yang datang khusus untuk menikmati matahari terbit (sunrise) di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, melampaui ekspektasi pengelola.
Ketika fajar menyentuh relief batu, Candi Borobudur kembali membuktikan dirinya bukan sekadar situs warisan dunia, tetapi juga ruang kontemplasi.
Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga merasakan.
BACA JUGA
Ini Kejutan yang Didapat Pengunjung Pertama Candi Borobudur di Tahun 2026
Indonesia Promosikan Borobudur hingga Labuan Bajo di Asia Pacific New Year Celebration 2026
Jakarta Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Fokus Kesederhanaan dan Waspada Bencana
Jumlah pengunjung untuk menikmati sunrise di Candi Borobudur pada 1 Januari 2026 mencapai 80 orang atau melebihi target sebanyak 50 orang.
Angka ini bukan hanya statistik, tetapi menunjukkan pengalaman berbasis momen bukan sekadar destinasi, semakin dicari wisatawan modern.
Sunrise sebagai Pengalaman, Bukan Sekadar Pemandangan
Menikmati matahari terbit di Borobudur bukan program musiman, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. Ini menjadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan di Candi Borobudur.
Direktur Operasi PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko, Indung Purwita Jati, menjelaskan kekuatan utama Borobudur pada kombinasi lanskap, cahaya, dan perspektif.
"Karena kita memiliki view sunrise bagus di puncak Candi Borobudur dan ini salah satu program yang terus kita kembangkan, kita tingkatkan untuk memberikan pengalaman menarik kepada para pengunjung yang datang ke Borobudur," ujarnya.
Kegiatan melihat matahari terbit tidak hanya untuk Wisatawan Mancanegara, tetapi juga Wisatawan Nusantara. Respons pengunjung menguatkan asumsi itu.
"Mereka senang mengikuti kegiatan sunrise di Candi Borobudur dan mereka merasakan pemandangan luar biasa dan menjadi pengalaman berbeda dibanding dengan destinasi lainnya," katanya.
Borobudur dan Pagi yang Tak Bisa Disalin
Ada sesuatu yang tidak bisa direplikasi dari Borobudur saat fajar, kombinasi geografi, cahaya, dan keheningan.
Menurutnya, sunrise di Borobudur berbeda dengan tempat lain. Dari Candi Borobudur, pengunjung bisa melihat langsung matahari bersinar serta pemandangan bukit Menoreh, Gunung Merapi dan Merbabu yang indah.
"Alhamdulillah cuaca cerah dan sunrise dari Candi Borobudur terlihat dengan jelas," katanya.
Di tengah dunia penuh distraksi visual, Borobudur menawarkan aktivitas sederhana namun langka. Pada pagi pertama 2026, setidaknya 80 orang memilih untuk memulainya dari sana.(Antara)










