ID EN

Jakarta Sambut Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api, Fokus Kesederhanaan dan Waspada Bencana

Selasa, 23 Desember 2025 | 12:30

Penulis: Arif S

Monas, Jakarta, Rabu 1 Jamuari 2025
Arsip - Suasana malam pergantian tahun baru di kawasan Monas, Jakarta, Rabu 1 Jamuari 2025.
Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih pendekatan berbeda dalam menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026. Tanpa gemerlap kembang api, perayaan Tahun Baru di Ibu Kota akan digelar secara sederhana, dengan penekanan pada refleksi, doa bersama, serta kewaspadaan menghadapi potensi Cuaca Ekstrem.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta. 

"Pak Gubernur mengatakan tahun baru ini tidak ada kembang api. Supaya tidak ada kesan kita bermewah-mewah," ujarnya di Jakarta, Senin.

Meski tanpa perayaan besar, Jakarta tetap akan menandai datangnya tahun baru. Rano menilai momen pergantian tahun tak bisa dihindari, namun skalanya disesuaikan dengan kondisi dan situasi. 

Keputusan ini juga berkaitan dengan faktor cuaca. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Dasarian II dan III Desember 2025 diperkirakan mengalami curah Hujan 50–150 mm. 

Kondisi tersebut berlanjut pada awal tahun, dengan puncak curah Hujan diprediksi terjadi pada Dasarian I Januari 2026, di mana sebagian besar wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan 150–200 mm.

Risiko semakin meningkat karena wilayah Bogor Selatan sebagai daerah hulu diperkirakan menerima curah hujan tertinggi, mencapai 200–300 mm dalam sepuluh hari pertama Januari 2026. Situasi ini berpotensi memicu banjir kiriman ke wilayah hilir, termasuk Jakarta.

Menghadapi potensi tersebut, Pemprov DKI menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini. Rano Karno menyebut antisipasi tidak hanya difokuskan pada banjir akibat hujan lokal, tetapi juga banjir kiriman dan banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta.

"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam mengantisipasi curah hujan tinggi, sesuai arahan Pak Gubernur, langkah ini tidak hanya dilakukan di wilayah Jakarta, tetapi juga harus dikoordinasikan dengan wilayah penyangga di sekitar Jakarta,” katanya.

Dari sisi infrastruktur, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta melaporkan kesiapan penuh menjelang pergantian tahun. 

Sebanyak 612 unit pompa permanen (stasioner) disiagakan di berbagai rumah pompa, didukung 590 unit pompa bergerak yang siap diterjunkan ke titik rawan genangan.

Selain itu, normalisasi dan pemeliharaan rutin saluran makro dan mikro terus dilakukan, termasuk pengerukan sedimen sungai serta memastikan seluruh pintu air berfungsi optimal.

Untuk mengantisipasi banjir rob, sejumlah tanggul mitigasi di pesisir utara Jakarta telah selesai dibangun dan diperkuat, dibarengi peningkatan koordinasi pengoperasian sistem polder dan pintu air saat pasang maksimum.