ID EN

Libas Bhayangkara, Persija Tempel Ketat Borneo dan Persib

Selasa, 30 Desember 2025 | 10:14

Penulis: Respaty Gilang

Persija
Persija Jakarta raih tiga poin usai kalahkan Bhayangkara.
Sumber: Antaranews

Persija Jakarta akhirnya kembali menemukan ritme terbaiknya. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Macan Kemayoran tampil dominan dan sukses menundukkan Bhayangkara FC dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga tunda BRI Super League 2025/2026, Senin, 30 Desember 2025, malam.

Kemenangan ini menjadi sinyal kebangkitan penting bagi Persija setelah sempat kehilangan konsistensi dalam beberapa pekan terakhir. Tambahan tiga poin membuat tim asuhan Thomas Doll naik ke posisi ketiga Klasemen sementara dengan koleksi 32 poin. Sebaliknya, Bhayangkara FC harus menelan kekalahan keenam mereka musim ini dan tertahan di peringkat ke-10 dengan 12 poin.

Sejak menit awal, Persija langsung menunjukkan intensi untuk menguasai pertandingan. Dominasi penguasaan bola dipadukan dengan tekanan tinggi membuat Bhayangkara lebih banyak bertahan di area sendiri. Peluang pertama hadir lewat sepakan Allano de Souza, meski bola masih melebar dari sasaran. Kesempatan berikutnya datang dari Eksel Runtukahu, namun kiper Aqil Savik tampil sigap menepis bola.

Bhayangkara FC tidak tinggal diam. Mengandalkan permainan agresif dan duel fisik, tim tamu mencoba memutus alur serangan Persija. Peluang terbaik mereka di babak pertama lahir dari umpan silang Moises Wolschick yang disambut sundulan Ryan Kurnia, tetapi bola masih menyamping tipis dari gawang Persija.

Meski unggul secara permainan, Persija sempat kesulitan menembus pertahanan rapat Bhayangkara. Maxwell dan Fabio Calonego beberapa kali mencoba peruntungan dari jarak menengah, namun upaya tersebut masih mampu dimentahkan oleh lini belakang dan penjaga gawang Bhayangkara.

Kebuntuan akhirnya pecah di masa injury time babak pertama. Eksel Runtukahu melakukan penetrasi cepat ke kotak penalti sebelum dilanggar Nehar Sadiki. Wasit Thoriq Alkatiri tanpa ragu menunjuk titik putih. Allano de Souza yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, membawa Persija unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Bhayangkara mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun skema tersebut justru membuka ruang bagi Persija untuk melancarkan serangan balik berbahaya. Peluang emas kembali tercipta lewat umpan mendatar Dony Tri Pamungkas, meski Aqil Savik kembali menjadi penyelamat tim tamu.

Persija terus menekan hingga akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-62. Umpan silang Bruno Tubarao berujung petaka bagi Bhayangkara setelah bola mengenai kaki I Putu Gede dan masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut semakin meruntuhkan mental tim tamu.

Keunggulan dua gol tidak membuat Persija menurunkan tempo. Bek tengah Jordi Amat yang naik membantu serangan mencetak gol ketiga pada menit ke-78 lewat sepakan keras dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras tanpa mampu dibendung Aqil Savik, memastikan kemenangan telak 3-0 bagi Macan Kemayoran.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Persija tetap mengontrol jalannya pertandingan. Hasil ini tidak hanya penting dari sisi poin, tetapi juga menjadi bukti kematangan permainan Persija yang semakin solid, baik dalam transisi menyerang maupun bertahan.