Eduardo Perez Ungkap Alasan Persebaya Kalah dari Persija di GBT
Minggu, 19 Oktober 2025 | 09:02
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Antaranews
Kekalahan selalu punya cerita, dan bagi pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, cerita malam itu di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bukan tentang siapa yang lebih hebat, tapi tentang detail kecil yang luput diantisipasi.
“Kadang hasil pertandingan ditentukan oleh beberapa situasi, bola mati, penalti, atau satu tembakan. Jadi kami tahu apa yang harus diperbaiki,” ujar Perez dalam konferensi pers usai laga melawan Persija Jakarta, Sabtu, 18 Oktober 2025, malam.
Bajul Ijo harus menelan kekalahan 1-3 dari Macan Kemayoran di hadapan ribuan Bonek yang memadati tribun GBT. Namun, Perez menilai secara permainan, kedua tim sama-sama tampil kuat dan berimbang.
BACA JUGA
Bermain Efisien dan Tenang Jadi Kunci Kemenangan Persija Atas Persebaya
Libas Bhayangkara, Persija Tempel Ketat Borneo dan Persib
Tanpa Rizky Ridho, Persija Tetap Bidik Kemenangan Atas PSIM Sebagai Kado Ultah Klub
“Bagi saya, ini pertandingan antara dua tim yang sama-sama ingin menang. Tapi tentu saja, kemenangan sering ditentukan oleh detail kecil,” katanya lagi.
Momentum yang Mengubah Arah
Di babak pertama, Persebaya tampil cukup percaya diri, menekan sejak awal dan berusaha memanfaatkan kecepatan di sektor sayap. Tapi setelah dua gol bersarang di gawang mereka, tempo permainan berubah drastis. Tekanan di lini belakang meningkat, dan ritme yang sudah terbentuk di menit awal perlahan memudar.
Perez mengakui, momen kebobolan itu membuat anak asuhnya kehilangan kendali permainan. Bagi pelatih asal Spanyol tersebut, pertandingan melawan Persija bukan sekadar soal hasil, tapi juga pelajaran penting tentang bagaimana mengelola emosi dan fokus di momen-momen kritis.
Meski kecewa, Perez menegaskan bahwa timnya tidak boleh larut dalam hasil negatif. Ia ingin skuad Persebaya segera bangkit dan menatap laga berikutnya dengan mental yang lebih kuat.
“Sekarang kami harus kembali bersatu. Hari ini kami sedih karena tidak bisa memberikan kemenangan kepada suporter, tapi mulai besok kami harus berpikir positif dan bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya,” tegasnya.
Fokus ke Depan, Bukan ke Belakang
Sorotan publik sempat tertuju pada keputusan Perez merotasi beberapa pemain utama, termasuk menurunkan Gali Freitas sejak awal. Menanggapi hal itu, sang pelatih menegaskan bahwa semua keputusan diambil berdasarkan evaluasi performa selama latihan. Ia menolak anggapan bahwa ada eksperimen berlebihan di tengah ketatnya jadwal liga.
Di sisi lain, pemain belakang Persebaya, Leo Lelis, juga menyoroti tingginya tensi pertandingan tersebut. Menurutnya, duel kontra Persija bukan hanya soal gengsi dua klub besar, tapi juga soal kualitas permainan yang teruji di lapangan.
“Kami kurang beruntung hari ini karena tidak bisa membawa tiga poin pulang,” ujar Lelis.
Ia juga menambahkan bahwa tim tetap menghormati opini suporter, namun di lapangan mereka hanya fokus untuk menjalankan strategi pelatih.
“Saya tidak mendengar apa pun dari tribune karena fokus pada permainan. Kami berusaha bermain sesuai gaya kami dan mencari ruang yang tersedia di lapangan,” ucapnya. (Antara)










