ID EN

Bung Ropan Bedah Taktik Bojan Hodak: Menang Tak Perlu Cantik, yang Penting Efektif!

Senin, 11 Mei 2026 | 16:01

Penulis: Rojes Saragih

Sentul – "Sepak Bola profesional hanya mengenal satu bahasa: hasil akhir." Pernyataan tegas Ronny Pangemanan atau Bung Ropan di Studio ITSME, Sentul, ini menjadi rangkuman sempurna atas drama El Clasico Indonesia. Meski Persija Jakarta tampil dominan di Stadion Segiri, Persib Bandung justru pulang dengan poin penuh lewat kemenangan tipis 2-1.

Dalam diskusi bersama host Raisha dan Gilang Respaty, Bung Ropan membedah mengapa dominasi statistik Macan Kemayoran berakhir antiklimaks di tangan taktik pragmatis Bojan Hodak.

Titik Balik: Antara Kelas Ajaraie dan Blunder Sousa
Persija sebenarnya memulai laga dengan standar tinggi. Gol Alaaeddine Ajaraie pada menit ke-20 diakui sebagai aksi individu kelas satu. Namun, Bung Ropan menggarisbawahi bahwa momentum tersebut hancur bukan karena kehebatan lawan, melainkan kerapuhan internal.

"Persija memang menguasai pertandingan secara statistik, tapi mereka lupa menjaga kedalaman. Titik balik laga ini adalah blunder Sousa. Saat bola direbut Adam Alis dan skor berubah, seluruh skema permainan Persija mendadak runtuh," urai Bung Ropan. Menurutnya, kesalahan individu di laga sekrusial ini adalah dosa besar yang langsung dihukum oleh mentalitas juara Persib.

Masterclass Pragmatisme Bojan Hodak
Gilang Respaty menyoroti perubahan signifikan Persib setelah berbalik unggul 2-1 melalui gol kedua Adam Alis yang memanfaatkan umpan jenius Thom Haye. Alih-alih meladeni permainan terbuka Persija, Bojan Hodak justru memilih menarik mundur pasukannya.

Bung Ropan menilai langkah ini sebagai kecerdikan taktis. "Tujuannya jelas, yakni kemenangan, bukan keindahan. Bojan sangat pragmatis. Begitu unggul, dia menutup semua celah." Masuknya Eliano Reijnders dan Layvin Kurzawa di babak kedua disebut sebagai kunci untuk menetralkan agresivitas sayap Persija dan mengunci kemenangan hingga peluit panjang.

Realitas Klasemen: Mentalitas yang Berbicara
Hasil di Samarinda ini memperlebar jarak di papan atas. Persib Bandung kini bertengger di puncak klasemen dengan 75 poin, unggul sepuluh angka dari Persija di posisi ketiga.

Bung Ropan menyimpulkan bahwa penguasaan bola milik Persija hanya menjadi angka tanpa penyelesaian yang klinis. Sebaliknya, Persib membuktikan bahwa efektivitas dan kedisiplinan taktik jauh lebih berharga daripada sekadar permainan atraktif yang gagal mengamankan poin.