Media Kanada Bocorkan Target John Herdman untuk Timnas Indonesia
Minggu, 28 Desember 2025 | 12:52
Penulis: Respaty Gilang

Sumber: Instagram@torontofc
John Herdman kian dekat untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya bersama tim nasional Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut disebut sebagai kandidat terkuat dan tinggal menunggu waktu untuk diperkenalkan secara resmi oleh PSSI sebagai nahkoda baru skuad Garuda.
Nama Herdman mencuat setelah PSSI melakukan evaluasi besar-besaran menyusul kegagalan Timnas Indonesia di jalur Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada periode sebelumnya, Patrick Kluivert bersama stafnya gagal mewujudkan ambisi besar membawa Garuda tampil di panggung dunia, hasil yang meninggalkan kekecewaan mendalam di kalangan suporter.
Dengan rekam jejak yang teruji di level internasional, Herdman diharapkan menjadi sosok pembaharu. Ia pernah menorehkan sejarah bersama timnas Kanada dengan membawa mereka lolos ke Piala Dunia, sekaligus memiliki pengalaman menangani klub Major League Soccer, Toronto FC. Modal tersebut membuat ekspektasi terhadapnya di Indonesia terbilang tinggi.
BACA JUGA
Bursa Calon Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Dinilai Paling Masuk Akal Tangani Garuda
John Herdman Sudah Kontak Pemain Timnas Indonesia Sebelum Resmi Menjabat
John Herdman Mulai dari Peringkat ke-122, Seberapa Jauh Ranking FIFA Indonesia Bisa Naik?
Misi utama Herdman tidak hanya sebatas membenahi performa jangka pendek, tetapi juga menyiapkan fondasi prestasi menuju Piala Asia 2027. Turnamen tersebut menjadi target realistis sekaligus tolok ukur awal keberhasilan proyek kepelatihan barunya.
Media asal Kanada, Wakin The Red, melaporkan bahwa Herdman telah mencapai kesepakatan dengan PSSI. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa federasi memberikan target yang jelas sejak awal, yakni membawa Indonesia melangkah hingga babak perempat final Piala Asia 2027.
"Salah satu targetnya adalah membawa Indonesia lolos dari babak perempat final Piala Asia 2027."
Sebelumnya, di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, timnas Indonesia mampu menembus babak 16 besar Piala Asia. Capaian tersebut menjadi pijakan penting, namun PSSI menilai tim nasional memiliki potensi untuk melangkah lebih jauh dengan pendekatan dan struktur yang lebih matang.
"Tahun 2026 akan difokuskan untuk membentuk tim dan mencari komposisi terbaik."
"Herdman, yang akan menghabiskan tahun baru untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Asia 2027."
"PSSI telah menetapkan target yang jelas untuk mencapai perempat final. Indonesia tersingkir di babak 16 besar Piala Asia 2023 setelah kalah dari Australia."
"Tetapi sejak saat itu telah terjadi kemajuan yang konsisten," tulis laporan Wakin The Red.
Pendekatan Herdman dikenal sistematis dan berorientasi jangka panjang. Tak hanya menangani tim senior, ia juga akan terlibat langsung dalam pengelolaan timnas U23 Indonesia. Langkah ini dipandang krusial untuk memperkuat jalur regenerasi dan memastikan kesinambungan kualitas pemain.
Melalui keterlibatan di level U-23, Herdman diharapkan mampu mengidentifikasi talenta muda potensial yang siap naik kelas ke tim senior. Strategi ini menjadi kunci agar performa tim nasional tidak hanya kompetitif sesaat, tetapi juga stabil dalam jangka panjang.
"Selain memimpin tim nasional senior, Herdman juga akan bertanggung jawab atas tim U23 Indonesia."
Meski membawa reputasi mentereng, tantangan Herdman di Indonesia tidaklah ringan. Tekanan publik dan ekspektasi suporter menjadi faktor yang tidak bisa dihindari. Kegagalan era Patrick sebelumnya membuat PSSI dan timnas berada dalam sorotan tajam, dengan kritik yang terus mengalir dari berbagai arah.
Herdman dituntut mampu memanfaatkan durasi kontrak dua tahun yang disertai opsi perpanjangan secara maksimal. Jika mampu menghadirkan progres nyata dan hasil positif, dukungan publik diyakini akan kembali menguat. Bahkan, bukan tidak mungkin namanya akan mendapat tempat spesial di hati suporter, menyamai pengaruh yang pernah dimiliki Shin Tae-yong.
"Setelah masa baktinya di Toronto FC di MLS, Herdman kini dihadapkan pada tantangan yang sangat berbeda di Indonesia."
"Sebuah tantangan yang disertai dengan ekspektasi besar, peta jalan yang jelas, dan gaji yang membuat tawaran tersebut sulit untuk ditolak," tutupnya.










