ID EN

Bursa Calon Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Dinilai Paling Masuk Akal Tangani Garuda

Jumat, 19 Desember 2025 | 06:16

Penulis: Arif S

Timnas Indonesia
Laga Indonesia vs Irak pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sumber: PSSI

Setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert dua bulan lalu, publik sepak bola Tanah Air kini menanti sosok baru yang akan memimpin Timnas Indonesia menuju siklus berikutnya. Di tengah nama-nama yang beredar, John Herdman dinilai paling realistis dan rasional.

Pengamat Sepak Bola Indonesia Haris Pardede atau Bung Harpa menilai mantan pelatih timnas Kanada itu sebagai opsi paling masuk akal untuk kursi pelatih kepala Tim Garuda. Penilaian itu didasarkan rekam jejak Herdman yang sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah penantian panjang selama 36 tahun.

"Ya, dari dua calon ini kan kita lihat yang lebih masuk akal John Herdman. Pelatih yang membawa Kanada Lolos Piala Dunia," ujar Bung Harpa, Kamis 18 Desember 2025.

Selain faktor prestasi, Bung Harpa menyoroti aspek non-teknis dalam proses penunjukan Pelatih Timnas Indonesia, yaitu ketersediaan dan anggaran. 

Saat ini, Herdman berstatus tanpa klub, sehingga proses negosiasi lebih realistis jika dibandingkan kandidat lain yang ramai diperbincangkan, Giovanni van Bronckhorst.

Van Bronckhorst masih menjabat sebagai asisten manajer Arne Slot di Liverpool. Ini membuat proses perekrutan menjadi jauh lebih kompleks, baik dari sisi administratif maupun finansial.

"Dari segi budget juga kelihatan lebih masuk akal. Terus dari segi availability juga yang bersangkutan sedang available. Giovanni, saya sempat ngobrol juga dengan salah seorang keluarga dekatnya. Statusnya seperti yang kita ketahui masih dalam asisten pelatih Liverpool. Jadi secara rate juga mungkin lebih tinggi," ungkapnya.

Nama John Herdman mendapat sorotan dari media internasional. Media asal Honduras, Diez, melaporkan pelatih asal Inggris itu masuk dalam daftar kandidat kuat Pelatih Timnas Indonesia berikutnya. 

Bahkan, Herdman disebut telah menerima beberapa tawaran, termasuk untuk menggantikan Reinaldo Rueda sebagai pelatih timnas Honduras, namun kabarnya menolak karena lebih memilih proyek bersama Tim Garuda.

Di sisi lain, PSSI memastikan proses seleksi berjalan sesuai prosedur. Anggota Eksekutif Komite (Exco) PSSI Endri Erawan mengungkapkan federasi telah mengantongi dua kandidat terkuat hasil wawancara di Eropa. 

Kedua nama itu akan dibahas dalam rapat Exco bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah SEA Games 2025 Thailand berakhir. Pengumuman pelatih baru ditargetkan berlangsung bulan ini atau paling lambat bulan depan.

Bung Harpa mengapresiasi langkah PSSI yang dinilainya tetap konsisten dengan mekanisme seleksi yang transparan dan terstruktur.

"Karena prosesnya juga setahu saya juga melalui proses yang cukup prosedural, sama seperti dulu ketika memilih Shin Tae-yong dibandingkan Luis Milla. Dikasih tau spesifikasinya ke Dirtek. Dirtek mengerucutkan, wawancara. Lalu dua, nanti Exco akan memilih. Kita berharap prosedur ini tetap dilaksanakan. Bukan one man show," kata Harpa.

Siapa pun sosok yang akhirnya terpilih, Bung Harpa mengajak publik Sepak Bola Indonesia menghormati keputusan federasi. 

Menurutnya, perbedaan preferensi wajar, namun dukungan kepada Timnas Indonesia harus tetap menjadi prioritas, terlebih dengan visi jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

"Apapun itu, mungkin kita punya preferensi berbeda-beda. Namun itu harus dihargai. Seperti dahulu juga pergantian dari Shin Tae-yong ke Kluivert. Mungkin kita terbelah tapi kita tetap dukung federasi. Mudah-mudahan ini adalah pilihan yang terbaik," pungkasnya.(Antara)