Kota Tua Dipadati Ribuan Pengunjung: Berwisata Sambil Belajar Sejarah Masa Kolonial di Jantung Jakarta
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Risky Syukur
Sebanyak 15.689 orang telah mengunjungi kawasan Wisata Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat pada libur Natal, Kamis 25 Desember 2025. Jumlah itu merupakan akumulasi pengunjung yang mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB pagi hingga pukul 21.00 WIB.
Angka ini menegaskan Kota Tua tetap menjadi magnet wisata urban, terutama saat libur panjang ketika warga kota mencari ruang terbuka yang sarat makna. Bangunan kolonial, plaza terbuka, dan museum-museum tua menjadi latar bagi ribuan orang yang memilih merayakan Natal dengan berjalan kaki menyusuri masa lalu.
"Total 15.689 pengunjung," ujar pengelola Kota Tua, Ismail di Jakarta, Kamis.
BACA JUGA
Mengapa Kota Tua Jakarta Semakin Ramai? Ini Strategi Pengelolaan yang Jadi Kunci
Menjadi Noni Belanda untuk Satu Hari di Kota Tua
Serunya Lebaran Tanpa Mudik, Jelajah Blok M Naik MRT Cuma Rp1
Mayoritas pengunjung berasal dari dalam negeri, meski Wisatawan Mancanegara masih terlihat ada di ANTARA kerumunan.
Dari jumlah tersebut, tercatat jumlah pengunjung domestik 15.326 orang dan pengunjung asing 363 orang.
Namun keramaian ini bukan fenomena baru tetapi berakar dari sejarah panjang kawasan ini sebagai pusat awal Jakarta.
Kota Tua Jakarta merupakan Kawasan Bersejarah, titik awal perkembangan Batavia pada abad ke-17, ketika VOC Belanda menjadikannya pusat perdagangan dan pemerintahan kolonial di Nusantara.
Di sinilah pelabuhan, gudang rempah-rempah, kantor dagang, hingga permukiman Eropa pertama dibangun, membentuk struktur kota awal yang kemudian berkembang menjadi Jakarta modern.
Jejak sejarah itu masih terlihat melalui bangunan bergaya arsitektur Eropa seperti Museum Fatahillah (dahulu Balai Kota Batavia), Gedung Pos Kota, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, dan kanal-kanal tua yang dulunya berfungsi sebagai jalur logistik.
Kawasan ini pernah menjadi pusat kehidupan elite kolonial sebelum kemudian ditinggalkan akibat wabah penyakit dan pergeseran pusat kota ke selatan.
Kini kawasan ini mengalami transformasi sebagai ruang publik budaya dan Wisata Sejarah. Revitalisasi menjadikannya bukan hanya museum terbuka, tetapi juga ruang sosial tempat warga kota, seniman jalanan, komunitas sejarah, dan wisatawan bertemu. Sebuah lanskap masa lalu yang hidup berdampingan dengan Jakarta modern.
Agar pertemuan ANTARA manusia, sejarah, dan ruang publik ini tetap berjalan tertib, pengamanan menjadi elemen penting saat musim Liburan.
Ismail menjelaskan sistem pengamanan diterapkan secara menyeluruh di berbagai titik.
"Pengamanannya ada di tiap pintu masuk itu. Ada pengamanan dari kita, di luar juga ada pengamanan dari Satpol PP dan ditambah dari organik kepolisian," kata Ismail.
Secara terpisah, Kepala Satpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan personel tambahan.
"Ada sekitar 120 personel yang kami siagakan di kawasan Kota Tua," katanya.(Antara)










