ID EN

JAKIM 2025 Sumbang Rp85 Miliar, Bukti Sport Tourism Gerakkan Ekonomi Jakarta

Minggu, 14 Desember 2025 | 14:42

Penulis: Respaty Gilang

Peserta berlari saat mengikuti BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025
Peserta berlari saat mengikuti BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025.
Sumber: Antaranews

Ajang Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025 bukan hanya sukses sebagai perhelatan olahraga berskala internasional, tetapi juga terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Ibu Kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat, event lari maraton tersebut berkontribusi pemasukan hingga sekitar Rp85 miliar ke berbagai sektor strategis di Jakarta.

Dampak ekonomi itu disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menegaskan bahwa JAKIM menjadi contoh konkret bagaimana sport tourism mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.

"Contoh yang paling konkret Jakarta International Marathon. Kami sudah hitung pada waktu itu memberikan kontribusi dari UMKM, perhotelan, dan sebagainya, Rp85 miliar kurang lebih," kata Gubernur DKI Pramono Anung di Epicentrum Boulevard, Jakarta Selatan, Minggu, 14 Desember 2025.

Menurut Pramono, kontribusi ekonomi JAKIM tidak hanya dirasakan oleh sektor perhotelan, tetapi juga merambah ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi, hingga sektor jasa lainnya. Kehadiran puluhan ribu pelari dari berbagai daerah dan negara menciptakan perputaran uang yang masif selama gelaran berlangsung.

Selain event berskala internasional, Pramono juga menyoroti ajang lari lokal yang kini semakin marak di Jakarta. Meski skalanya lebih kecil, ajang-ajang tersebut tetap memberikan dampak ekonomi yang tidak bisa diabaikan.

Menurut dia, pemasukan dari ajang lari lokal diperkirakan mencapai sekitar setengah dari kontribusi JAKIM 2025.

"Dan itu terlihat dari Jakarta sampai dengan hari ini, bulan Desember, pemasukan dari pajaknya relatif sudah terpenuhi," ucapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tren olahraga lari bukan sekadar gaya hidup, tetapi telah menjadi motor baru penggerak ekonomi perkotaan. Konsistensi penyelenggaraan event lari, baik internasional maupun lokal, membantu menjaga stabilitas pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak dan pariwisata.

Pramono Anung juga menegaskan bahwa dampak JAKIM 2025 terasa langsung di lapangan. Tingkat hunian hotel meningkat signifikan selama event berlangsung, sementara produk-produk UMKM laris diserbu peserta dan wisatawan.

Pramono Anung mengatakan bahwa hotel dan dagangan pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) laku berkat adanya Jakarta International Marathon (JAKIM) 2025.

Tingginya antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan JAKIM. Pada edisi 2025, ajang ini diikuti sekitar 31 ribu pelari dari dalam dan luar negeri, menandakan bahwa Jakarta semakin diperhitungkan dalam kalender sport tourism regional maupun internasional.

Pada JAKIM 2025 terdapat 31 ribu peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri, ini menunjukkan agenda tersebut terselenggara dengan baik.

Jumlah peserta yang besar tidak hanya meningkatkan eksposur Jakarta di mata dunia, tetapi juga memperkuat citra ibu kota sebagai kota ramah olahraga dan destinasi lari. Dampaknya, hotel-hotel di sejumlah kawasan mengalami lonjakan okupansi, sementara pelaku UMKM di sekitar rute lomba turut merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

Dengan adanya ajang tersebut sejumlah hotel di daerah itu laku dan bahkan pelaku UMKM juga mendapatkan manfaatnya.

Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap Jakarta International Marathon dapat berkembang menjadi ikon wisata olahraga. Event ini diproyeksikan tidak hanya menarik pelari profesional, tetapi juga komunitas lari rekreasional dan wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berlari sambil menjelajahi kota.

Diharapkan, JAKIM dapat menjadi destinasi wisata olahraga di Jakarta, agar bisa menarik wisatawan terutama para pelari.

Sejalan dengan visi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menjadikan JAKIM sebagai salah satu destinasi wisata olahraga unggulan. Strategi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang aktif, sehat, dan kompetitif dalam industri sport tourism.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikan JAKIM sebagai destinasi wisata olahraga yang berada di daerah itu.