Arab Saudi-Qatar Bangun Kereta Cepat Listrik Tembus Dua Negara, Era Baru Pariwisata Teluk
Rabu, 10 Desember 2025 | 14:30
Penulis: Arif S

Sumber: Pixabay
Di tengah proses perubahan gurun menjadi lanskap modern, Arab Saudi dan Qatar bersiap memasuki babak baru transportasi masa depan. Kedua negara Teluk itu resmi mengumumkan rencana pembangunan kereta cepat listrik yang akan menghubungkan dua ibu kota, Riyadh dan Doha.
Dikutip dari Aljazeera, proyek ambisius ini akan menghubungkan Bandara Internasional Raja Salman di Riyadh dengan Bandara Internasional Hamad di Doha. Jalur strategis ini menjanjikan transformasi besar bagi pariwisata regional.
Jaringan Kereta Menembus Dua Negara
BACA JUGA
Cara Kereta Cepat Arab Saudi Ajak Pelancong Gunakan Transportasi Bebas Macet Madinah-Jeddah
Negara Ini Bangun Proyek Kereta Cepat Generasi Baru Tercepat Kedua di Dunia
Arab Saudi Buka Toko Alkohol Pertama di Riyadh, Aturan Ketat untuk Pembeli Diterapkan
Tak hanya menyatukan Riyadh dan Doha, jalur ini diproyeksikan mencakup kota Al Hofuf dan Dammam, memperluas konektivitas di kawasan timur Arab Saudi.
Kereta cepat ini dirancang untuk melaju dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam, menjadikan perjalanan Riyadh-Doha hanya sekitar dua jam.
Sebagai gambaran, penerbangan langsung antara kedua kota tmembutuhkan waktu sekitar 90 menit atau 1,5 jam.
Perjalanan darat dengan kereta cepat menawarkan pengalaman berbeda. Kontinuitas lanskap gurun, modernitas arsitektur Teluk, dan mobilitas rendah emisi sejalan dengan visi energi bersih kawasan.
Enam Tahun Menuju Revolusi Transportasi
Proyek ini direncanakan rampung dalam enam tahun. Menurut laporan Aljazeera, kereta cepat diproyeksikan melayani 10 juta penumpang per tahun serta menciptakan 30.000 lapangan pekerjaan di Arab Saudi dan Qatar.
Angka tersebut menunjukkan, proyek ini bukan hanya soal mobilitas, melainkan juga motor ekonomi dan perjalanan lintas-budaya.
Perjanjian kerja sama ditandatangani langsung dua figur penting kawasan, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, saat kunjungan kenegaraan di Riyadh.
Kereta cepat ini disebut sebagai salah satu pembangunan infrastruktur modern paling signifikan yang pernah dikerjakan dua negara Teluk tersebut.
Simbol Rekonsiliasi Dua Negara Teluk
Lebih dari sekadar proyek transportasi, kereta cepat ini merepresentasikan babak baru hubungan Arab Saudi-Qatar.
Pada 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Mereka menuding Doha mendukung Ikhwanul Muslimin dan mendekat ke Iran. Qatar membantah keras tuduhan itu.
Setelah rekonsiliasi formal pada Januari 2021 di Al Ula, kedua negara perlahan menghangatkan hubungan.
Kini, mereka tidak hanya kembali menjalin diplomasi, tapi juga bekerja bersama dalam proyek skala raksasa yang akan mengubah wajah mobilitas regional.
Kedua negara bahkan telah berkolaborasi dalam berbagai upaya diplomatik, termasuk dukungan terhadap seruan gencatan senjata di Gaza.
Masa Depan Wisata Teluk
Bagi wisatawan, kehadiran kereta cepat membuka pengalaman perjalanan baru. Berpindah negara hanya dalam dua jam, tanpa terbebani proses bandara yang kompleks, sambil menikmati kenyamanan kereta cepat bertenaga listrik.
Jalur ini akan memudahkan pelancong menjelajah Riyadh yang tengah bertransformasi menjadi pusat budaya modern dan Doha, kota futuristik, rumah bagi museum kelas dunia dan lanskap urban spektakuler.
Jika proyek ini selesai sesuai rencana, Timur Tengah akan memasuki era baru transportasi ramah lingkungan dan meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata global.










