ID EN

Wisata Kuliner Arab Saudi: Hidangan Nasional hingga Kuliner Legendaris

Selasa, 28 April 2026 | 20:00

Penulis: Arif S

Kuliner Timur Tengah
Ilustrasi - Kuliner Timur Tengah.
Sumber: Envato

Di balik bentang gurun luas dan kota modern, Arab Saudi menyimpan sejarah, rempah, dan tradisi keluarga. Kuliner negara ini dikenal kuat dalam aroma serta berlimpah sajian berbasis nasi, daging, sayuran, dan kurma, bahan-bahan yang telah lama menjadi denyut dapur di Semenanjung Arab.

Bagi pelancong yang datang ke Riyadh, Jeddah, atau Madinah, pengalaman menjelajah Arab Saudi tak lengkap tanpa mencicipi hidangan lokalnya.

Dari sepiring nasi berbumbu hangat hingga renyahnya kudapan jalanan. Setiap sajian memantulkan Warisan Budaya, dibentuk jalur perdagangan kuno dan keramahan rumah tangga Saudi.

1. Kabsa    

Salah satu ikon terbesar kuliner negeri ini adalah Kabsa, hidangan nasional Arab Saudi. 

Sajian nasi ini dimasak bersama daging dan sayuran, lalu diperkaya buah kering serta kacang-kacangan, memberi tekstur dan rasa manis lembut. 

Kabsa kerap disajikan dalam porsi besar untuk disantap bersama, menegaskan nilai kebersamaan dalam budaya makan Saudi.

2. Mutabbaq

Jika Kabsa adalah jamuan keluarga, Mutabbaq denyut jalanan kota. Kudapan ini berupa adonan pipih berisi daging, telur, bawang putih, ghee, bawang merah, dan paprika. 

Digoreng hingga kecokelatan, mutabbaq menghadirkan sensasi renyah di luar dan gurih meleleh di dalam.

3. Burj Al Hamam

Di ibu kota Riyadh, pencinta kuliner juga mengenal Burj Al Hamam, restoran tradisional Lebanon yang telah berdiri sejak 1979. 

Tempat ini menjadi salah satu destinasi makan populer, menghadirkan cita rasa rumahan Timur Tengah dalam suasana elegan, menunjukkan bagaimana Arab Saudi juga merangkul kekayaan kuliner regional.

4. Mofatah Al Dajaj

Untuk penggemar nasi berbumbu, ada pula Mofatah Al Dajaj, hidangan ayam dan nasi khas Saudi. 

Hidangan ini menonjolkan rempah-rempah aromatik. 

Potongan ayam ditumis lalu dimasak perlahan sebelum disajikan di atas harumnya nasi basmati. 

Hidangan ini membuktikan bahwa meski berbasis nasi dan daging, setiap resep Saudi memiliki karakter rasa yang berbeda.

5. Maamoul

Saat senja tiba dan kopi Arab mulai dituangkan, meja-meja keluarga Saudi kerap menghadirkan Maamoul. 

Kue kuno berisi kurma ini memiliki tekstur rapuh, langsung lumer di mulut. 

Rasanya tidak terlalu manis, namun kaya aroma dan sangat cocok disantap bersama teh atau kopi.

Kuliner Arab Saudi juga mencerminkan lanskap negaranya, sederhana dalam bahan dasar, tetapi kompleks dalam rasa. 

Rempah-rempah seperti kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan jintan menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, menyatukan resep turun-temurun dengan Gaya Hidup modern.

Bagi Wisatawan Indonesia, banyak hidangan Saudi terasa akrab karena kedekatannya dengan nasi kebuli, biryani, dan tradisi makan bersama. 

Namun di tanah asalnya, setiap suapan menghadirkan lapisan cerita yang lebih dalam—tentang padang pasir, jalur karavan, dan rumah-rumah yang selalu terbuka bagi tamu.

Menjelajahi Arab Saudi berarti juga menjelajahi dapurnya. Dari megahnya Kabsa hingga kelembutan Maamoul, negeri ini menawarkan perjalanan rasa yang tak kalah memikat dibanding gurun dan situs bersejarahnya.

Komentar 0
Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!