Tips Ampuh Melihat Atraksi Lompatan Lumba-lumba di Lovina Bali Tanpa Zonk
Rabu, 10 Desember 2025 | 11:00
Penulis: Arif S

Sumber: Antara/Hreeloita Dharma Shanti
Di antara keheningan pagi Bali Utara, Pantai Lovina menyimpan salah satu pengalaman alam paling memikat. Kemunculan kawanan lumba-lumba telah lama menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Tetapi untuk bisa melihat mamalia cerdas ini dari dekat, ada sejumlah tips penting yang perlu dipersiapkan.
Menurut Sales Manager The Lovina Bali, Yetty Meoko, wisatawan dapat melihat lumba-lumba di waktu terbaik antara pukul 06.00-08.00 WITA, menggunakan perahu tradisional nelayan yang ditopang dua pilar panjang di sisinya.
“Wisatawan yang datang dapat melihat lumba-lumba di pagi hari sekitar pukul 06.00 sampai 08.00 WITA,” ujarnya kepada Antara.
BACA JUGA
Tips Liburan Nyaman di Bali Saat Libur Nyepi dan Idul Fitri Maret 2026
Ini Alasan Bali Masih Jadi Surga Wellness di Indonesia
Ramai Wisatawan Mancanegara, Gerbang Handara Mendadak Jadi Spot Wajib di Bali
Untuk mengikuti tur, pengunjung membayar Rp150 ribu (dewasa) dan Rp75 ribu (anak), belum termasuk pajak.
Harga itu sudah mencakup perahu, pelampung keselamatan, serta perjalanan selama sekitar 1,5 jam untuk melihat lumba-lumba.
Beberapa wisatawan bahkan memilih duduk sambil bergelantungan di sisi perahu untuk berenang di laut jika beruntung bertemu kawanan lumba-lumba.
Yetty menyarankan wisatawan memakai kaos nyaman, baju renang, dan sandal anti air. Selain terciprat ombak, pengunjung juga harus turun di tepi pantai licin untuk naik ke perahu.
Bagi wisatawan yang membawa anak, kondisi fisiknya harus sehat mengingat udara Bali Utara cenderung lebih dingin dan sejuk dibanding Bali bagian selatan. Tabir surya menjadi perlengkapan wajib.
“Gunakan tabir surya (sunscreen) agar kesehatan kulit tetap terjaga dari sinar matahari selama berada di tengah laut,” sarannya.
Semakin pagi wisatawan berangkat, semakin besar kesempatan menikmati panorama matahari terbit dengan cahaya memantul di permukaan laut.
Perpaduan bukit hijau yang mengitari kawasan Lovina dengan langit cerah, menciptakan suasana dramatis layaknya lukisan hidup.
Namun, kesabaran tetap menjadi kunci. Lumba-lumba muncul cepat hanya jika berada dekat pantai dan tidak selalu dalam jumlah sama setiap harinya.
Hewan ini hidup berkelompok, sehingga keberuntungan menentukan apakah wisatawan dapat melihat sedikit, banyak, atau bahkan menyaksikan atraksi lompatan mereka di permukaan laut.
Yetty mengisahkan momen luar biasa. Ia pernah melihat kawanan lumba-lumba dalam jumlah sangat banyak.
Ada etika yang harus dijaga wisatawan selama menyaksikan satwa liar ini.
“Wisatawan tidak boleh memberikan lumba-lumba makan agar mereka kebiasaan mandiri mencari makanan di laut tidak hilang,” jelas Yetty.
Kapal yang melintas dekat kelompok lumba-lumba juga harus melaju perlahan tanpa mengeraskan suara mesin agar satwa tidak stres. Kebersihan laut pun wajib dijaga karena lumba-lumba menyukai lingkungan bersih.
Perjalanan menuju Pantai Lovina dari Denpasar dapat ditempuh sekitar tiga jam perjalanan darat.
Bagi yang ingin beristirahat setelah perjalanan panjang, pilihan penginapan seperti The Lovina Bali tersedia di garis pantai.
Selain tur lumba-lumba, wisatawan juga bisa menjajal aktivitas lain seperti melihat koral dan memancing, menjadikan Lovina sebagai paket lengkap wisata alam Bali Utara.***










