ID EN

Ramai Wisatawan Mancanegara, Gerbang Handara Mendadak Jadi Spot Wajib di Bali

Selasa, 9 Desember 2025 | 14:00

Penulis: Arif S

Gerbang Handara, Buleleng, Bali
Wisatawan mengantre untuk berfoto di depan Gerbang Handara, Buleleng, Bali.
Sumber: Antara/Hreeloita Dharma Shanti

Di tengah hamparan pegunungan hijau Buleleng, berdiri sebuah gerbang megah. Gerbang Handara dengan siluet tradisional Bali dan lanskap hijau yang mengitarinya menjadi salah satu ikon wisata paling disukai wisatawan mancanegara di Bali Utara. 

Bukan sekadar titik foto, tempat ini telah menjadi semacam ritual baru bagi para pelancong yang ingin menangkap esensi Bali dalam satu bingkai.

“Kalau kita perhatikan kebanyakan yang datang ke Gerbang Handara itu dari kawasan Asia, seperti China, kalau sedang high season. Sementara kalau low season itu India, seperti sekarang ini,” ujar Staf Dinas Pariwisata Buleleng Bidang Pemasaran, Putu Ngurah Putra Sudarmaya, kepada Antara. 

Lonjakan ini selaras dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan asal India dan China pada Januari-Oktober 2025.

Menurut Putu, minat wisatawan untuk mengabadikan momen di lokasi ini begitu besar sehingga tidak sedikit yang menyiapkan pakaian khusus. 

Mereka rela mengantre antara lima hingga sepuluh menit demi mendapat foto sempurna di bawah struktur gerbang ikonik. 

“Ada wisatawan yang membawa fotografer sendiri, ada pula yang menggunakan jasa fotografer lokal dengan biaya Rp20 ribu per sesi,” ungkapnya.

Pintu Menuju Pemandangan Asri Bali Utara

Gerbang Handara terletak di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Kecamatan Sukasada. Dikelilingi pepohonan rimbun dan sejuknya udara pegunungan, suasana di kawasan ini berbeda jauh dari hiruk-pikuk Bali Selatan. 

Atmosfer ini membuat para wisatawan, terutama dari Asia, merasa menemukan sisi Bali yang lebih tenang dan autentik.

Putu menegaskan ketenangan ini menjadi daya tarik utama wisatawan. 

“Wisatawan umumnya menyukai suasana Buleleng yang lebih tenang jika dibandingkan dengan daerah-daerah yang sudah ramai dikunjungi wisatawan di wilayah Bali Selatan,” katanya.

Popularitas Gerbang Handara meningkat tajam setelah masa pandemi COVID-19, ketika foto dan video seorang turis Rusia di lokasi tersebut menjadi viral. 

“Terlebih kebiasaan orang Asia ya, kalau ada satu foto bagus dan jadi viral semua orang langsung mau ke sana,” kata Putu.

Dunia digital menjadikan gerbang ini semacam ikon visual baru Bali Utara, perpaduan harmonis antara arsitektur tradisional dan bentang alam memesona. 

Keindahannya bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga memicu rasa ingin tahu wisatawan global.

Gerbang Handara dapat dikunjungi tanpa batasan waktu. Namun, bagi pencinta fotografi, waktu terbaik untuk mendapatkan cahaya alami adalah pada pagi hari atau menjelang matahari terbenam. Harga tiket masuk masih tergolong ramah kantong.

Lonjakan Wisatawan Asia Menguatkan Bali Utara

Tren kunjungan wisatawan Asia semakin menguatkan posisi Gerbang Handara sebagai ikon wisata Bali Utara. BPS mencatat sebanyak 603.654 kunjungan wisatawan India, naik 3,25% dibanding 2024. Sementara Wisatawan China mencapai 1.135.556 kunjungan, naik 10,15% dibanding tahun sebelumnya.

Angka-angka ini memberi gambaran jelas, Bali Utara bukan lagi sekadar pelengkap perjalanan wisata, tetapi semakin menjadi tujuan utama bagi turis yang mencari suasana lebih tenang, dengan pengalaman visualtak terlupakan.***